BNPB-Pemprov Sulsel restorasi hutan Gunung Bawakaraeng
Jumat, 1 Februari 2019 16:33 WIB
Kepala BNPB Pusat Doni Manado memberikan sambutan pada rapat koordinasi BNPB dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel, di ruangan rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat (1/2/2019). (Istimewa)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Doni Manardo mengatakan pihaknya bersama Pemprov Sulawesi Selatan tengah membuat rancangan untuk merestorasi hutan yang ada di gunung Bawakaraeng dan Lompobattang sebagai upaya mencegah terjadinya kejadian bencana alam ke depan.
Kepala BNPB Pusat Doni Manado mengatakan itu saat menghadiri rapat koordinasi BNPB dengan jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel, di ruangan rapat pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat.
"BNPB akan mendukung penuh instruksi program pemerintah yakni Presiden dan Wakil Presiden, untuk mengembalikan fungsi konservasi, jadi kita akan melakukan restorasi (mengembalikan ke kondisi semula) untuk kawasan Bawakaraeng dan Lompobattang secara terintegrasi," katanya.
Ia menjelaskan, hasil dari pada konservasi yang dilakukan tersebut, selanjutnya akan dijadikan format dalam pembentukan organisasi. Tentunya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk para pakar, perguruan tinggi dan komunitas-komunitas dunia usaha.
BNPB juga tidak menampik jika pihaknya kurang lebih kita akan mengadopsi konservasi hutan Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang seperti yang ada di Citarum. Namun soal kepastian konsepnya seperti apa, dirinya mengaku akan menunggu hasil survei yang dilakukan di wilayah tersebut.
Adapun jangka waktu yang diprediksi bisa merampungkan survei yakni kurang lebih sebulan kedepan. "Untuk pola sesungguhnya, setelah dilakukan survei. Satu bulan lakukan survei dan akan melibatkan banyak pihak. Saya kira program ini bukan hanya dibebankan ke pemerintah maka tidak akan berhasil sehingga butuh dukungan seluruh pihak," ujarnya.
Kepala BNPB Pusat Doni Manado mengatakan itu saat menghadiri rapat koordinasi BNPB dengan jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel, di ruangan rapat pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat.
"BNPB akan mendukung penuh instruksi program pemerintah yakni Presiden dan Wakil Presiden, untuk mengembalikan fungsi konservasi, jadi kita akan melakukan restorasi (mengembalikan ke kondisi semula) untuk kawasan Bawakaraeng dan Lompobattang secara terintegrasi," katanya.
Ia menjelaskan, hasil dari pada konservasi yang dilakukan tersebut, selanjutnya akan dijadikan format dalam pembentukan organisasi. Tentunya dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk para pakar, perguruan tinggi dan komunitas-komunitas dunia usaha.
BNPB juga tidak menampik jika pihaknya kurang lebih kita akan mengadopsi konservasi hutan Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang seperti yang ada di Citarum. Namun soal kepastian konsepnya seperti apa, dirinya mengaku akan menunggu hasil survei yang dilakukan di wilayah tersebut.
Adapun jangka waktu yang diprediksi bisa merampungkan survei yakni kurang lebih sebulan kedepan. "Untuk pola sesungguhnya, setelah dilakukan survei. Satu bulan lakukan survei dan akan melibatkan banyak pihak. Saya kira program ini bukan hanya dibebankan ke pemerintah maka tidak akan berhasil sehingga butuh dukungan seluruh pihak," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda Sulsel menampilkan kriya batu alam dan wastra tenun di INACRAFT
06 February 2026 13:22 WIB
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020