Pemprov Sulsel sumbang ambulans laut di HUT Pangkep
Kamis, 21 Februari 2019 19:21 WIB
Plt Kadis Kesehatan Sulsel Dr dr Bachtiar Baso, M.Kes. (Foto ANTARA/S. Mappong/18)
Makassar,(Antaranews Sulsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan(Sulsel), Kamis, memberikan kado istimewa pada HUT Ke-59 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berupa satu unit ambulans laut.
"Tentu masyarakat kita di pulau harus menjadi perhatian," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat menyerahkan bantuan itu kepada Bupati Pangkep Syamsuddin, A Hamid Batara.
Sedangkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan, ambulans laut dianggarkan pada APBD Perubahan 2018 di Dinkes Sulsel sebesar Rp 1,8 miliar.
Hingga 2023 mendatang, kata dia, Dinkes Sulsel akan menambahkan empat unit lagi untuk kabupaten dan kota lainnya.
"Fungsinya adalah sebagaimana ambulans darat yang beroperasi di laut," katanya.
Lebih lanjut, Bachtiar menyatakan, ambulans ini akan melayani masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkep, terutama kepada warga pulau yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
"Dengan ambulans ini untuk penanganan pelayanan kesehatan yang terjangkau di pulau-pulau, pelayanan penyakit menular, tidak menular, kekerdilan dan gizi buruk/malnutrisi, serta pelayanan kesehatan lainnya," ujarnya.
Ambulans ini juga dapat digunakan untuk penelitian kesehatan yang akan dikerja samakan dengan fakultas kedokteran serta kabupaten/kota yang menggunakan.
"Penelitian juga akan kerja sama Unhas di bidang kemaritiman dengan nama kegiatan pelayanan kesehatan berbasis maritim," kata Bachtiar.
Dengan spesikasi kapal cepat mesin tempel dengan daya 400 PK, ambulans ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang tindakan medis dan perawatan sebanyak dua TT serta alat operasi bedah.
Sementara fungsinya sama dengan ambulans darat yakni dapat digunakan untuk evakuasi medis, pelayanan darurat, rujukan dan sebagainya. Jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan minimal satu dokter, dua perawat dan satu bidan.
"Tentu masyarakat kita di pulau harus menjadi perhatian," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat menyerahkan bantuan itu kepada Bupati Pangkep Syamsuddin, A Hamid Batara.
Sedangkan, Plt Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan, ambulans laut dianggarkan pada APBD Perubahan 2018 di Dinkes Sulsel sebesar Rp 1,8 miliar.
Hingga 2023 mendatang, kata dia, Dinkes Sulsel akan menambahkan empat unit lagi untuk kabupaten dan kota lainnya.
"Fungsinya adalah sebagaimana ambulans darat yang beroperasi di laut," katanya.
Lebih lanjut, Bachtiar menyatakan, ambulans ini akan melayani masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkep, terutama kepada warga pulau yang membutuhkan penanganan medis secara cepat.
"Dengan ambulans ini untuk penanganan pelayanan kesehatan yang terjangkau di pulau-pulau, pelayanan penyakit menular, tidak menular, kekerdilan dan gizi buruk/malnutrisi, serta pelayanan kesehatan lainnya," ujarnya.
Ambulans ini juga dapat digunakan untuk penelitian kesehatan yang akan dikerja samakan dengan fakultas kedokteran serta kabupaten/kota yang menggunakan.
"Penelitian juga akan kerja sama Unhas di bidang kemaritiman dengan nama kegiatan pelayanan kesehatan berbasis maritim," kata Bachtiar.
Dengan spesikasi kapal cepat mesin tempel dengan daya 400 PK, ambulans ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang tindakan medis dan perawatan sebanyak dua TT serta alat operasi bedah.
Sementara fungsinya sama dengan ambulans darat yakni dapat digunakan untuk evakuasi medis, pelayanan darurat, rujukan dan sebagainya. Jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan minimal satu dokter, dua perawat dan satu bidan.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : M Darwin Fatir
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perkuat satuan militer, Prancis segera kerahkan pasukan darat, laut, udara ke Greenland
16 January 2026 18:10 WIB
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Siklon jenna, picu potensi gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Indonesia
07 January 2026 12:18 WIB
Lima nelayan terombang-ambing di laut Barrang Lompoa setelah mesin kapal mati
02 January 2026 20:11 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020