Polisi : Dua pekerja PT Bumi Karsa tewas di Danau Tempe
Jumat, 29 Maret 2019 14:45 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Makassar (ANTARA) - Dua pekerja PT Bumi Karsa tewas tenggelam di Danau Tempe, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Jumat, mengatakan dua korban meninggal dunia saat menumpangi kapal kayu di Danau Tempe, Kabupaten Soppeng.
"Dua korban tenggelam sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka masing-masing," ujarnya.
Dua korban tenggelam Muh Tang alias Ocang (35) warga Tanete Kelurahan Manorangsalo dan Wandy (35) warga Pattojo Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan keterangan dari kerabat korban Ocang, Cinnong (45) mengaku jika keluarganya itu ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Danau Tempe.
"Kami kaget setelah dapat kabar kalau Ocang ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di danau," ujarnya.
Dia menjelaskan kerabatnya Ocang bersama rekannya yang lain berencana pulang ke rumah untuk makan siang, tetapi kapal yang ditumpanginya tenggelam karena kelebihan muatan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kapal kayu yang setiap hari ditumpanginya itu tenggelam karena kelebihan muatan.
Kapal kayu itu memuat penumpang sebanyak sembilan orang yang seharusnya hanya bisa memuat setengah dari jumlah tersebut.
"Ocang ini bekerja di proyek reklamasi Danau Tempe belum terlalu lama mungkin belum cukup satu bulan," ucap Cinnong.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Jumat, mengatakan dua korban meninggal dunia saat menumpangi kapal kayu di Danau Tempe, Kabupaten Soppeng.
"Dua korban tenggelam sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka masing-masing," ujarnya.
Dua korban tenggelam Muh Tang alias Ocang (35) warga Tanete Kelurahan Manorangsalo dan Wandy (35) warga Pattojo Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan keterangan dari kerabat korban Ocang, Cinnong (45) mengaku jika keluarganya itu ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Danau Tempe.
"Kami kaget setelah dapat kabar kalau Ocang ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di danau," ujarnya.
Dia menjelaskan kerabatnya Ocang bersama rekannya yang lain berencana pulang ke rumah untuk makan siang, tetapi kapal yang ditumpanginya tenggelam karena kelebihan muatan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kapal kayu yang setiap hari ditumpanginya itu tenggelam karena kelebihan muatan.
Kapal kayu itu memuat penumpang sebanyak sembilan orang yang seharusnya hanya bisa memuat setengah dari jumlah tersebut.
"Ocang ini bekerja di proyek reklamasi Danau Tempe belum terlalu lama mungkin belum cukup satu bulan," ucap Cinnong.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gempa Magnitudo 7,1 guncang Melonguane Sulawesi Utara, tidak berpotensi tsunami
11 January 2026 6:36 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB