Produk herbal aman jaga kesehatan kulit
Kamis, 25 April 2019 19:04 WIB
Suasana Sharing Session dengan narasumber dari Dnars Indonesia di Makassar, Kamis (25/04/2019). ANTARA Foto/Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Produk herbal dengan proses yang membutuhkan waktu berjangka dinilai aman untuk menjaga kesehatan kulit.
Hal itu dikemukakan ahli kecantikan dr Farida pada Sharing Session Dnars di Makassar, Kamis.
"Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa bahan alam itu sangat baik, bisa mencerahkan kulit dan mengatur kelenjar dengan baik dibandingkan bahan kimia," katanya.
Menurut dia, pada dasarnya empat jenis kulit wajah yakni kulit normal, kering, berminyak, dan kombinasi. Karena itu, memilih produk kecantikan harus disesuaikan dengan jenis kulit.
Karena itu, diimbau agar perempuan harus mengerti jenis kulitnya untuk menyesuaikan dengan produk kecantikan yang dipilih.
Sementara itu, Founder Dnars Indonesia Faziani Rohban Ahmad mengatakan, berangkat dari upaya membantu perempuan supaya berwajah sehat dan cantik, maka ia menghadirkan produk perawatan kulit wajah herbal premium pertama di Indonesia.
Menurut dia, awal produk herbal tersebut dilakukan di Malaysia, kemudian melebarkan pasaran ke Indonesia dan kini memasuki tahun pertama.
Produk Dnars untuk perawatan kulit wajah berbahan herbal ini, lanjut dia, selain membantu merawat wajah juga dapat menambah penghasilan bagi ibu rumah tangga dan remaja putri.
Hal itu dibenarkan Brand Ambassador Dinars Indonesia, Shireen Sungkar pada kesempatan yang sama.
Menurut dia, produk kecantikan ini sudah digunakan dua bulan sebelum menerima predikat sebagai Ambassador, sehingga sudah memiliki pengalaman sebelum membantu menyosialisasikan produk alami itu.
"Apalagi produk herbal ini aman juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui, dan sudah saya buktikan sendiri," kata ibu dari tiga orang anak ini.
Hal itu dikemukakan ahli kecantikan dr Farida pada Sharing Session Dnars di Makassar, Kamis.
"Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa bahan alam itu sangat baik, bisa mencerahkan kulit dan mengatur kelenjar dengan baik dibandingkan bahan kimia," katanya.
Menurut dia, pada dasarnya empat jenis kulit wajah yakni kulit normal, kering, berminyak, dan kombinasi. Karena itu, memilih produk kecantikan harus disesuaikan dengan jenis kulit.
Karena itu, diimbau agar perempuan harus mengerti jenis kulitnya untuk menyesuaikan dengan produk kecantikan yang dipilih.
Sementara itu, Founder Dnars Indonesia Faziani Rohban Ahmad mengatakan, berangkat dari upaya membantu perempuan supaya berwajah sehat dan cantik, maka ia menghadirkan produk perawatan kulit wajah herbal premium pertama di Indonesia.
Menurut dia, awal produk herbal tersebut dilakukan di Malaysia, kemudian melebarkan pasaran ke Indonesia dan kini memasuki tahun pertama.
Produk Dnars untuk perawatan kulit wajah berbahan herbal ini, lanjut dia, selain membantu merawat wajah juga dapat menambah penghasilan bagi ibu rumah tangga dan remaja putri.
Hal itu dibenarkan Brand Ambassador Dinars Indonesia, Shireen Sungkar pada kesempatan yang sama.
Menurut dia, produk kecantikan ini sudah digunakan dua bulan sebelum menerima predikat sebagai Ambassador, sehingga sudah memiliki pengalaman sebelum membantu menyosialisasikan produk alami itu.
"Apalagi produk herbal ini aman juga untuk ibu hamil dan ibu menyusui, dan sudah saya buktikan sendiri," kata ibu dari tiga orang anak ini.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkes luncurkan Formularium Fitofarmaka terkait kemandirian Indonesia soal obat
02 June 2022 17:50 WIB, 2022
Menko Marves dan Mentan "groundbreaking" Taman Sains-Herbal Hortikultura
23 December 2021 19:44 WIB, 2021
BPOM : Herbal untuk terapi tambahan pasien COVID-19 masih diteliti
14 September 2021 14:05 WIB, 2021
PDPOTJI: Obat herbal China untuk COVID-19 belum bisa diadaptasi di Indonesia
22 June 2021 19:52 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020