Eros Djarot: penolakan hasil Pemilu perlu disikapi secara dewasa
Rabu, 15 Mei 2019 22:21 WIB
Budayawan Eros Djarot (tengah) pada diskusi di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (15/5/2019). (Foto: Antaranews/Riza Harahap)
Jakarta (ANTARA) - Budayawan Eros Djarot menilai, untuk mencermati sikap politik Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyatakan menolak hasil Pemilu Presiden 2019, perlu disikapi secara bijaksana dan dewasa.
"Situasi tegang pascapemilu saat ini bukan lagi persoalan partai-partai politik peserta pemilu, seperti PDI Perjuangan dan Gerindra, tapi sudah meluas," kata Eros Djarot pada diskusi, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu.
Eros Djarot menengarai, adanya kepentingan-kepentingan pihak lain yang turut bermain dan berada di kubu pendukung Capres 02. "Adanya kepentingan-kepentingan pihak lain dan ikut menunggangi kubu 02, dikhawatirkan agendanya belum tentu sama dengan Capres Prabowo. Namun, hal ini perlu diwaspadai," katanya lagi.
Pendiri Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) ini mengingatkan, agar lembaga-lembaga negara yang terkait dapat menyikapinya secara cermat dan tidak keliru. "Dikhawatirkan, kalau salah menyikapi, maka negara Indonesia bisa terbelah," katanya pula.
Eros Djarot mengingatkan, dahulu Uni Sovyet dan Yugoslavia sama sekali tidak menduga negaranya akan terbelah-belah, karena adanya egosentris masing-masing pihak. "Tapi setelah negaranya terbelah, sampai saat ini tidak bisa bersatu lagi," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Eros juga mengimbau semua elit politik untuk membangun kesadaran bersama menjaga persatuan bangsa dan negara. "Menyikapi hasil Pemilu 2019, agar semua pihak dapat menjaga sikap, saling menjaga kesabaran, dan membangun situasi kondusif pada masyarakat," katanya.
Eros juga mengingatkan, situasi yang terjadi saat ini tidak terjadi begitu saja secara instan, tapi merupakan rangkaian dari akumulasi peristiwa sebelumnya.
"Situasi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari pilihan-pilihan para elite sebelumnya. Tanpa disadari, pilihan itu membawa pada situasi seperti saat ini," katanya pula.
Karena itu, Eros mengingatkan, agar semua pihak, elite politik, tokoh nasional, tokoh agama, dan sebagainya untuk saling berintrospeksi, membangun kesadaran bersama menjaga persatuan dan keutuhan negara.
"Situasi tegang pascapemilu saat ini bukan lagi persoalan partai-partai politik peserta pemilu, seperti PDI Perjuangan dan Gerindra, tapi sudah meluas," kata Eros Djarot pada diskusi, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu.
Eros Djarot menengarai, adanya kepentingan-kepentingan pihak lain yang turut bermain dan berada di kubu pendukung Capres 02. "Adanya kepentingan-kepentingan pihak lain dan ikut menunggangi kubu 02, dikhawatirkan agendanya belum tentu sama dengan Capres Prabowo. Namun, hal ini perlu diwaspadai," katanya lagi.
Pendiri Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) ini mengingatkan, agar lembaga-lembaga negara yang terkait dapat menyikapinya secara cermat dan tidak keliru. "Dikhawatirkan, kalau salah menyikapi, maka negara Indonesia bisa terbelah," katanya pula.
Eros Djarot mengingatkan, dahulu Uni Sovyet dan Yugoslavia sama sekali tidak menduga negaranya akan terbelah-belah, karena adanya egosentris masing-masing pihak. "Tapi setelah negaranya terbelah, sampai saat ini tidak bisa bersatu lagi," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Eros juga mengimbau semua elit politik untuk membangun kesadaran bersama menjaga persatuan bangsa dan negara. "Menyikapi hasil Pemilu 2019, agar semua pihak dapat menjaga sikap, saling menjaga kesabaran, dan membangun situasi kondusif pada masyarakat," katanya.
Eros juga mengingatkan, situasi yang terjadi saat ini tidak terjadi begitu saja secara instan, tapi merupakan rangkaian dari akumulasi peristiwa sebelumnya.
"Situasi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari pilihan-pilihan para elite sebelumnya. Tanpa disadari, pilihan itu membawa pada situasi seperti saat ini," katanya pula.
Karena itu, Eros mengingatkan, agar semua pihak, elite politik, tokoh nasional, tokoh agama, dan sebagainya untuk saling berintrospeksi, membangun kesadaran bersama menjaga persatuan dan keutuhan negara.
Pewarta : Riza Harahap
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sidang Paripurna MPR Akhir 2019-2024 menyetujui dua rancangan putusan
25 September 2024 13:34 WIB, 2024
Gakkum KLHK Sulawesi : Pembalakan liar dominasi 2.133 operasi selama 2019-2024
06 July 2024 17:10 WIB, 2024
TKN: Persatuan Jokowi dan Prabowo pascapemilu 2019 wujud rekonsiliasi nasional
13 December 2023 19:33 WIB, 2023
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB