Lantamal VI buka akses mengunjungi Kapal Legendaris " KRI Dewaruci"
Jumat, 24 Mei 2019 10:05 WIB
KRI Dewaruci (Ist) (Ist/)
Makassar (ANTARA) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal) membuka kesempatan kepada warga masyarakat yang ingin melihat secara dekat dan naik ke kapal perang legendaris Indonesia, KRI Dewaruci yang sedang bersandar di Dermaga Lantamal VI.
"KRI saat ini sedangan sandar di Dermaga Lantamal VI dan bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan kapal legendaris ini, bisa datang langsung ke lantamal," ujar Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Waluyo di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan kapal yang sudah dihiasi dengan bermacam bendera negara tersebut kini sudah sandar di Makassar dan siap dikunjungi masyarakat kota Makassar.
Letkol Laut (P) Waluyo menyampaikan KRI Dewaruci kan bersandar selama tiga hari mulai dari (23-25/5) 2019 di Makassar dan menerim Open Ship bagi masyarakat umum kota Makassar .
"Oleh karena itu bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke kapal ini dapat datang langsung ke Dermaga Layang Mako Lantamal VI," katanya.
Dia menjelaskan KRI Dewaruci di buat di Jerman pada 1953 bersama dua kapal lainnya yang dibeli oleh Pemerintah Jerman dan Pemerintah Yugoslavia. Hanya saja, kedua kapal itu sudah karam.
"Tinggal KRI Dewaruci di Indonesia yang masih bertahan dan masih beroperasi dengan pengalamannya dalam berlayar di belahan dunia," katanya.
Ia mengatakan KRI Dewaruci ukurannya tidak terlalu besar tetapi dalam sejarahnya kapal yang penuh heroisme ini sudah berkeliling dunia dan mendapatkan banyak penghargaan internasional diantaranya Samkarya Nugraha, karena sudah melebihi masa dinasnya sebagai kapal latih.
"KRI Dewaruci meski memiliki mesin, namun tetap mengajarkan sistem kebaharian yang menggunakan kearifan lokal, misalnya untuk penentuan arah para taruna dilatih melihat tanda-tanda alam seperti bintang," ucapnya.
"KRI saat ini sedangan sandar di Dermaga Lantamal VI dan bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi lebih dekat dengan kapal legendaris ini, bisa datang langsung ke lantamal," ujar Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Waluyo di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan kapal yang sudah dihiasi dengan bermacam bendera negara tersebut kini sudah sandar di Makassar dan siap dikunjungi masyarakat kota Makassar.
Letkol Laut (P) Waluyo menyampaikan KRI Dewaruci kan bersandar selama tiga hari mulai dari (23-25/5) 2019 di Makassar dan menerim Open Ship bagi masyarakat umum kota Makassar .
"Oleh karena itu bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke kapal ini dapat datang langsung ke Dermaga Layang Mako Lantamal VI," katanya.
Dia menjelaskan KRI Dewaruci di buat di Jerman pada 1953 bersama dua kapal lainnya yang dibeli oleh Pemerintah Jerman dan Pemerintah Yugoslavia. Hanya saja, kedua kapal itu sudah karam.
"Tinggal KRI Dewaruci di Indonesia yang masih bertahan dan masih beroperasi dengan pengalamannya dalam berlayar di belahan dunia," katanya.
Ia mengatakan KRI Dewaruci ukurannya tidak terlalu besar tetapi dalam sejarahnya kapal yang penuh heroisme ini sudah berkeliling dunia dan mendapatkan banyak penghargaan internasional diantaranya Samkarya Nugraha, karena sudah melebihi masa dinasnya sebagai kapal latih.
"KRI Dewaruci meski memiliki mesin, namun tetap mengajarkan sistem kebaharian yang menggunakan kearifan lokal, misalnya untuk penentuan arah para taruna dilatih melihat tanda-tanda alam seperti bintang," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Selayar dan Kemendikbud gelar minum air kelapa di Festival Budaya
30 November 2023 0:15 WIB, 2023
Pemkab Selayar menyambut pelayaran Muhibah Jalur Rempah KRI Dewaruci
30 November 2023 0:12 WIB, 2023
Danlantamal VI lepas KRI Dewaruci angkut peserta Muhibah Jalur Rempah 2022
06 June 2022 19:32 WIB, 2022
300 siswa Saka Bahari Pramuka Sulsel pecahkan rekor MuRi tiup peluit serentak
15 March 2020 10:48 WIB, 2020
KRI Dewaruci dan Bima Suci-945 dibuka untuk umum meriahkan "Garuda Di Lautku"
09 March 2020 14:20 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Konsorsium Internasional Pendidikan Tanggap Bencana libatkan Universitas Hasanuddin
15 January 2020 10:48 WIB, 2020
Dirjen Pendis : Mutu pendidikan Indonesia diharapkan keluar dari peringkat 72
17 December 2019 5:06 WIB, 2019