Kemenpar optimistis pariwisata geser CPO sebagai penyumbang devisa terbesar
Rabu, 3 Juli 2019 22:58 WIB
Kepala Bidang Aksesibilitas Kementerian Pariwisata, Agus Setiawan dalam Kata Data Forum X Airy di Jakarta, Rabu. (ANTARA News/ Zubi Mahrofi)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) optimistis industri pariwisata Indonesia dapat menjadi penyumbang devisa nomor satu atau melampaui pencapaian kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang selama ini terbesar.
"Kalau devisa pariwisata dapat mencapai 20 miliar dolar AS, artinya pariwisata menjadi penghasil devisa nomer satu, menggeser CPO," kata Kepala Bidang Aksesibilitas Kementerian Pariwisata, Agus Setiawan dalam Kata Data Forum X Airy di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, perkembangan industri pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi ke sektor lainnya, mulai dari transportasi, tempat wisata, hotel, restoran, hingga UMKM.
"Pertumbuhan pariwisata akan linier dengan industri lainnya," katanya.
Ia mengemukakan bahwa beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk menggenjot industri pariwisata salah satunya menerapkan menerapkan konsep 3A yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas.
Chief Executive Officer (CEO) Airy, Danny Handoko mengatakan Airy sebagai salah satu perusahaan "startup" yang menyediakan jasa penyewaan hotel dalam jaringan dapat menjawab amenitas yakni dengan menyediakan homestay yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
"Airy optimis bisa terus melanjutkan misi dalam memajukan industri hotel anggaran rendah di Tanah Air," katanya.
Untuk mendukung hotel anggaran rendah, lanjut dia, Airy akan memberikan pelatihan kepada 4.000 tenaga kerja bidang perhotelan di bawah naungannya melalui program Airy Community dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Sepanjang 2019, Airy akan menjalankan rangkaian pelatihan, terutama aspek 'housekeeping' dan 'front office', dengan target hingga 4.000 karyawan mitra," ujarnya. ***
"Kalau devisa pariwisata dapat mencapai 20 miliar dolar AS, artinya pariwisata menjadi penghasil devisa nomer satu, menggeser CPO," kata Kepala Bidang Aksesibilitas Kementerian Pariwisata, Agus Setiawan dalam Kata Data Forum X Airy di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, perkembangan industri pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi ke sektor lainnya, mulai dari transportasi, tempat wisata, hotel, restoran, hingga UMKM.
"Pertumbuhan pariwisata akan linier dengan industri lainnya," katanya.
Ia mengemukakan bahwa beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk menggenjot industri pariwisata salah satunya menerapkan menerapkan konsep 3A yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas.
Chief Executive Officer (CEO) Airy, Danny Handoko mengatakan Airy sebagai salah satu perusahaan "startup" yang menyediakan jasa penyewaan hotel dalam jaringan dapat menjawab amenitas yakni dengan menyediakan homestay yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
"Airy optimis bisa terus melanjutkan misi dalam memajukan industri hotel anggaran rendah di Tanah Air," katanya.
Untuk mendukung hotel anggaran rendah, lanjut dia, Airy akan memberikan pelatihan kepada 4.000 tenaga kerja bidang perhotelan di bawah naungannya melalui program Airy Community dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Sepanjang 2019, Airy akan menjalankan rangkaian pelatihan, terutama aspek 'housekeeping' dan 'front office', dengan target hingga 4.000 karyawan mitra," ujarnya. ***
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Erick Thohir: Sinergi Antam dengan Freeport menghemat devisa Rp200 triliun
07 November 2024 20:17 WIB, 2024
Anggota DPR: PMN hanya untuk BUMN berkontribusi pemajuan ekonomi dan devisa negara
04 July 2024 10:52 WIB, 2024
Ekonom: Pelemahan cadangan devisa Indonesia berpotensi hingga kuartal II-2024
17 April 2024 11:26 WIB, 2024
Kurs rupiah menguat seiring investor tunggu data cadangan devisa Indonesia
08 January 2024 11:56 WIB, 2024
Menaker: Pemerintah Indonesia mengoptimalkan pelindungan pekerja migran Indonesia
10 October 2023 16:04 WIB, 2023
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB