Maros (ANTARA) - Fasilitas pendukung kawasan wisata karst rammang-rammang di Kabupaten Maros membutuhkan revitalisasi khususnya untuk aksesibilitas.
"Penelusuran jalan setapak menuju ke Goa Berlian dari tracking arah kanan ke bukit karst itu terputus karena jembatannya rusak," kata salah seorang pengunjung, Nur Umaimah di Kabupaten Maros, Jumat.
Selain akses jalan yang terputus juga Baruga sebagai tempat pertemuan juga tampak kurang terurus, dan sebagian kayunya sudah ada yang rusak.
Hubungan dengan hal tersebut, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Maros dan juga pihak terkait dapat memberikan perhatian khusus untuk revitalisasi fasilitas pendukung destinasi wisata itu.
Pasalnya, kawasan wisata karst Rammang-Rammang sudah menjadi bagian dari Geopark dunia dan mendapat pengakuan UNESCO.
Hal senada dikemukakan Akademisi dari salah satu perguruan tinggi di Makassar, Dr H Ali.
Dia mengatakan, kawasan karst Rammang-Rammang yang sudah menjadi destinasi wisata, bahkan menjadi ekoturisme karena tetap menjaga kelestarian alamnya, harus menjadi perhatian serius Pemkab Maros melalui Disparpora.
Sebelumnya Bupati Maros HAS Chaidir Syam telah memaparkan pengembangan pariwisata Maros dengan mengedepankan destinasi unggulan pada Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.
Dia mengatakan, pariwisata Maros merupakan salah satu sektor andalan dalam pembangunan daerah, baik wisata alam maupun wisata budaya.
Menurut dia, Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung dan kawasan Karst Rammang dua ikon wisata Maros yang memberikan PAD setiap tahun sedikitnya Rp4 miliar.

