UE Fokus kerja sama pengurangan karbon di Makassar
Jumat, 5 Juli 2019 21:54 WIB
Delegasi Uni Eropa foto bersama usai menggelar konferensi pers pada kunjungan ke Makassar terkait kerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulsel. Kegiatan digelar di Goedang Popsa Makassar, Jumat (5/07/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
Makassar (ANTARA) - Delegasi Uni Eropa dalam kunjungannya di Makassar fokus pada rencana pengelolaan pengurangan karbon di kota itu, sebab Makassar dianggap salah satu kota di Indonesia yang telah memiliki strategi terhadap penanganan tersebut.
"Fokus pengurangan karbon untuk Makassar karena sudah punya strategi, yang sudah siap itu yang segera akan kami selesaikan," ujar Duta Besar Finlandia, Jari Sinkari pada temu wartawan di Goedang Popsa Makassar, Jumat.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid membenarkan hal tersebut. Kata dia dokumen yang akan dikerjasamakan adalah RAD (Rencana Aksi Daerah) dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).
Pengurangan emisi GRK tersebut ditargetkan berkurang 29 persen melalui usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.
"Kerja sama ini pasti akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kota Makassar karena bantuan seperti ini sangat membutuhkan biaya yang besar," ungkap mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.
Olehnya, Rusmayani menjelaskan, dalam dokumen RAD tersebut akan dibuat berbagai kegiatan dari sektor mana saja yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perubahan GRK.
Target penurunan emisi GRK rencananya akan dimulai tahun 2020-2030 berdasarkan Nationality Determinend Contribution (NDC) bahwa Indonesia akan menurunkan emisi GRK sebesar 834 juta ton CO2e.
Empat sektor sumber emisi yang dimaksudkan yakni energi pada lingkup proses industri dan penggunaan produk, kehutanan dan pengelolaan limbah.
Diketahui, pihak dari delegasi UE yang akan menangani kerja sama tersebut yaitu Global Covenant of Mayors (GCoM) for Climate and Energy. Ini merupakan program yang telah diikuti oleh 18 kabupaten, kota di Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik dengan komitmen bersama antar wilayah.
"GCoM akan membantu dalam hal CAP (climate action plan) yang nanti tertuang dal RAD Kota Makassar," tambahnya. Delegasi Uni Eropa foto pada konferensi pers pada kunjungan ke Makassar terkait kerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulsel. Kegiatan digelar di Goedang Popsa Makassar, Jumat (5/07/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
"Fokus pengurangan karbon untuk Makassar karena sudah punya strategi, yang sudah siap itu yang segera akan kami selesaikan," ujar Duta Besar Finlandia, Jari Sinkari pada temu wartawan di Goedang Popsa Makassar, Jumat.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid membenarkan hal tersebut. Kata dia dokumen yang akan dikerjasamakan adalah RAD (Rencana Aksi Daerah) dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).
Pengurangan emisi GRK tersebut ditargetkan berkurang 29 persen melalui usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.
"Kerja sama ini pasti akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kota Makassar karena bantuan seperti ini sangat membutuhkan biaya yang besar," ungkap mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.
Olehnya, Rusmayani menjelaskan, dalam dokumen RAD tersebut akan dibuat berbagai kegiatan dari sektor mana saja yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perubahan GRK.
Target penurunan emisi GRK rencananya akan dimulai tahun 2020-2030 berdasarkan Nationality Determinend Contribution (NDC) bahwa Indonesia akan menurunkan emisi GRK sebesar 834 juta ton CO2e.
Empat sektor sumber emisi yang dimaksudkan yakni energi pada lingkup proses industri dan penggunaan produk, kehutanan dan pengelolaan limbah.
Diketahui, pihak dari delegasi UE yang akan menangani kerja sama tersebut yaitu Global Covenant of Mayors (GCoM) for Climate and Energy. Ini merupakan program yang telah diikuti oleh 18 kabupaten, kota di Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik dengan komitmen bersama antar wilayah.
"GCoM akan membantu dalam hal CAP (climate action plan) yang nanti tertuang dal RAD Kota Makassar," tambahnya. Delegasi Uni Eropa foto pada konferensi pers pada kunjungan ke Makassar terkait kerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulsel. Kegiatan digelar di Goedang Popsa Makassar, Jumat (5/07/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Prancis ingatkan AS, Greenland negara berdaulat tak boleh dipermainkan
16 January 2026 16:18 WIB
Koalisi pimpinan Saudi serang separatis STC Yaman, incar pasokan senjata dari UEA
30 December 2025 14:51 WIB
Komisi Eropa : Uni Eropa terancam dengan aktivitas drone di kamp milter Belgia
04 October 2025 5:02 WIB
Uni Eropa kecam AS karena beri Israel kelonggaran soal kondisi kemanusiaan
18 October 2024 0:55 WIB, 2024
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020