Insentif Rp5 Juta Bagi Dokter Spesialis
Rabu, 17 Februari 2010 13:22 WIB
Kupang (ANTARA News) - Pemerintah Kota Kupang akan memberikan insentif Rp5 juta/bulan dan fasilitas penunjang seperti rumah dan mobil, bagi para dokter spesialis yang akan berkarya di rumah sakit milik pemerintah kota.
"Pada pertengahan Mei 2010, rumah sakit type C milik pemerintah kota akan mulai beroperasi di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami menawarkan insentif tersebut sebagai rangsangan bagi para dokter spesialis yang mau bertugas di rumah sakit itu," kata Wali Kota Kupang Daniel Adoe di Kupang, Rabu.
Menurut dia, rangsangan seperti itu patut dikedepankan untuk memperlancar pelayanan kesehatan di rumah sakit non kelas tersebut, karena jarang sekali dokter spesialis mau mengabdi di wilayah timur Indonesia, termasuk di NTT.
Wali Kota Daniel Adoe mengemukakan, hingga saat ini Kota Kupang masih kekurangan tenaga dokter spesialis, sebagai tenaga inti dalam memberikan dukungan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
"Sesuai ketentuan, satu rumah sakit minimal harus memiliki empat orang dokter spesialis dasar. Empat orang dokter spesialis di bidang anestesi, bedah, penyakit dalam dan patologi, sudah kita miliki. Kita masih butuh lagi dokter spesialis anak, kandungan dan rontgen," ujarnya.
Dia mengaku, segera menambah tenaga dokter spesialis dengan tawaran menarik guna dapat merangsang mereka untuk mau bertugas dan mengabdi di rumah sakit milik pemerintah Kota Kupang.
"Segala upaya akan terus kita lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pemenuhan kesehatan dasar demi peningkatan kualitas sumber daya kesehatan masyarakatdi kota ini," katannya.
Pengerjaan fisik rumah sakit milik pemerintah Kota Kupang itu sudah mencapai sekitar 80 persen dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada pertengah Mei 2010. (T.L003/K006)
"Pada pertengahan Mei 2010, rumah sakit type C milik pemerintah kota akan mulai beroperasi di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami menawarkan insentif tersebut sebagai rangsangan bagi para dokter spesialis yang mau bertugas di rumah sakit itu," kata Wali Kota Kupang Daniel Adoe di Kupang, Rabu.
Menurut dia, rangsangan seperti itu patut dikedepankan untuk memperlancar pelayanan kesehatan di rumah sakit non kelas tersebut, karena jarang sekali dokter spesialis mau mengabdi di wilayah timur Indonesia, termasuk di NTT.
Wali Kota Daniel Adoe mengemukakan, hingga saat ini Kota Kupang masih kekurangan tenaga dokter spesialis, sebagai tenaga inti dalam memberikan dukungan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
"Sesuai ketentuan, satu rumah sakit minimal harus memiliki empat orang dokter spesialis dasar. Empat orang dokter spesialis di bidang anestesi, bedah, penyakit dalam dan patologi, sudah kita miliki. Kita masih butuh lagi dokter spesialis anak, kandungan dan rontgen," ujarnya.
Dia mengaku, segera menambah tenaga dokter spesialis dengan tawaran menarik guna dapat merangsang mereka untuk mau bertugas dan mengabdi di rumah sakit milik pemerintah Kota Kupang.
"Segala upaya akan terus kita lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pemenuhan kesehatan dasar demi peningkatan kualitas sumber daya kesehatan masyarakatdi kota ini," katannya.
Pengerjaan fisik rumah sakit milik pemerintah Kota Kupang itu sudah mencapai sekitar 80 persen dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada pertengah Mei 2010. (T.L003/K006)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda NTT sebut tidak ada aktivitas tambang emas ilegal di kawasan TN Komodo
02 December 2025 12:59 WIB
Erupsi Gunung Lewotobi, Delapan pesawat batalkan penerbangan ke Flores dan Lembata NTT
08 July 2025 12:57 WIB
Uskup ajak seluruh lapisan masyarakat suskeskan Semana Santa 2025 di Larantuka NTT
17 April 2025 15:22 WIB
Guru pelaku pelecehan seksual anak di Kupang terancam hukuman 15 tahun penjara
07 January 2025 13:45 WIB, 2025
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB