Satu JCH Wajo tertunda berangkat karena sakit
Senin, 22 Juli 2019 11:13 WIB
Calon haji asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, sedang menunggu keberangkatan menuju Tanah Suci di Arab Saudi, pada musim haji 2019 di Asrama Haji Sudiang, Makassar. (FOTO ANTARA/dok)
Makassar (ANTARA) - Satu orang jamaah calon haji (JCH) Indonesia asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tertunda keberangkatannya menuju Tanah Suci di Arab Saudi setelah pemeriksaan kesehatannya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, menunjukkan hasil calhaj itu tidak memenuhi persyaratan untuk diberangkatkan, kata pejabat Kanwil Kemenag Sulsel.
"Untuk semua calon haji yang akan berangkat memang dilakukan karantina dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di asrama haji dan jika memenuhi persyaratan akan diterbangkan," kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H Masykur di Makassar, Senin.
Ia menjelaskan calhaj yang kesehatannya terganggu dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ibadahnya pada Minggu (21/7) malam itu yakni Sunrawa Sabennu Sakka.
Sunrawa adalah satu dari sekian banyak jamaah calhaj lanjut usia (lansia) yang harus mendapatkan pendampingan oleh tim kesehatan haji jika memenuhi persyaratan berangkat.
Masykur juga menyatakan jika pihaknya masih menantikan kondisi kesehatan dari Sunrawa dalam beberapa hari ke depan.
"Kita masih pantau dan tunggu kondisinya. Kalau dalam beberapa hari ini sudah membaik akan kita ikutkan di penerbangan lainnya di kloter selanjutnya," katanya.
Sunrawa Sabennu Sakka adalah satu dari 450 calhaj asal Kabupaten Wajo, Sulsel yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19.
Rombongan kloter 19 ini baru bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Minggu (21/7) pukul 23.00 WITA. Pada pemberangkatan itu juga, terdapat lima calon haji pendamping yakni dari TPIHI, TKHI dan TPHI.
"Untuk semua calon haji yang akan berangkat memang dilakukan karantina dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di asrama haji dan jika memenuhi persyaratan akan diterbangkan," kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, H Masykur di Makassar, Senin.
Ia menjelaskan calhaj yang kesehatannya terganggu dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ibadahnya pada Minggu (21/7) malam itu yakni Sunrawa Sabennu Sakka.
Sunrawa adalah satu dari sekian banyak jamaah calhaj lanjut usia (lansia) yang harus mendapatkan pendampingan oleh tim kesehatan haji jika memenuhi persyaratan berangkat.
Masykur juga menyatakan jika pihaknya masih menantikan kondisi kesehatan dari Sunrawa dalam beberapa hari ke depan.
"Kita masih pantau dan tunggu kondisinya. Kalau dalam beberapa hari ini sudah membaik akan kita ikutkan di penerbangan lainnya di kloter selanjutnya," katanya.
Sunrawa Sabennu Sakka adalah satu dari 450 calhaj asal Kabupaten Wajo, Sulsel yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 19.
Rombongan kloter 19 ini baru bisa berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Minggu (21/7) pukul 23.00 WITA. Pada pemberangkatan itu juga, terdapat lima calon haji pendamping yakni dari TPIHI, TKHI dan TPHI.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulsel: Progres MYC ruas Impa--Impa Anabanua Wajo capai 90 persen
03 February 2026 12:51 WIB
Langgar KEPP, DKPP sanksi Komisioner Bawaslu Wajo tak layak penyelenggara
10 November 2025 20:18 WIB
Pemprov Sulsel alokasikan anggaran Rp522 miliar perkuat infrastruktur ke Wajo
06 October 2025 18:43 WIB
Menag harap MQKI 2025 di Wajo jadi awal kebangkitan peradaban Islam modern
02 October 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020