Makassar (ANTARA News) - Perdagangan Indonesia ke China masih surplus pada Januari 2010 bersamaan dengan diberlakukannya perdagangan bebas China-Asean Free (CAFTA-China-Asean Free Trade Area), kata Atase Perdagangan Indonesia untuk China Marolop Nainggolan.
"Perdagangan Indonesia ke China masih surplus saat CAFTA mulai diberlakukan, artinya nilai eskpor Indonesia ke China masih lebih besar dari nilai impor dari negeri "tirai bambu" itu," kata Marolop di sela-sela penutupan Rapat Koordinasi Pemprov Sulsel dengan atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Makassar, Selasa.
Menurut dia, pemberlakuan CAFTA jangan dijadikan sebagai "momok" untuk menghalagi kemajuan perdagangan Indonesia. Hal itu terbukti, ketika CAFTA sudah diberlakukan, perdagangan Indonesia ke China masih bisa surplus.
Berdasarkan data BPS diketahui, negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2010 adalah China dengan nilai 1,41 miliar dolar Amerika Serikat (AS), disusul Jepang 1,07 miliar dolar AS, dan Singapura mencapai 0,78 miliar dolar AS.
Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,41 persen dan Uni Eropa sebesar 8,91 persen.
Mengenai barang impor nonmigas asal Indonesia, Marolop mengatakan, umumnya adalah produk pertanian dan dalam bentuk bahan baku.
Berkaitan dengan hal tersebut, ia berharap agar komoditi Sulsel juga dapat menembus pasar China. Karena itu, baik produsen maupun pengusaha harus mampu menjamin standar mutu produknya.
Adapun komoditi Sulsel yang dinilai memiliki nilai jual yang cukup menjanjikan di China adalah ikan laut, coklat dan kopi.
"Ketiga bahan konsumsi itu memiliki banyak peminat di China, sehingga dapat menjadi peluang pasar bagi Sulsel yang memiliki enam komoditas andalan" ujarnya.
Keenam komoditas andalan itu adalah beras, jagung, rumput laut, kakao, kopi, dan sapi potong.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Jagung Indonesia Yusran Paris mengatakan, hendaknya para atase perdagangan di luar negeri berperan aktif memberikan informasi kepada para pengusaha atau pihak terkait di daerah soal peluang pasar.
"Hal itu diperlukan, agar potensi yang ada di daerah mendapat peluang pasar," ujarnya. (T.S036/R007)
Perdagangan Indonesia ke China Masih Surplus
Selasa, 9 Maret 2010 13:13 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ruas Paleteang-Malimpung-arah Kabere Pinrang ke Enrekang mulai dirasakan warga
01 September 2026 9:48 WIB
Gubernur Sulsel serahkan bantuan Rp7 miliar guna perkuat infrastruktur Tana Toraja
01 September 2026 9:27 WIB
DPRD dan Pemprov Sulsel sepakat lanjutkan program pembangunan MYP Tahap kedua
28 August 2026 4:43 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Respons keluhan warga, Pemkot Makassar dan PLN UID Sulselrabar bahas pemadaman listrik bergilir
01 September 2026 17:53 WIB