Pemkot Makassar apresiasi karya mural di Pantai Losari
Senin, 23 September 2019 19:36 WIB
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb (dua kanan) memberikan apresiasi kepada creator seniman mural saat bincang-bincang di Anjungan pantai Losari City of Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/9/2019).
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap enam orang seniman mural yang mempercantik Landmark City Anjungan Pantai Losari melalui karya-karyanya.
"Terima kasih telah membuat salah satu bagian dari ikon Makassar ini terlihat cantik. Ini memang menjadi impian saya, menjadikan Makassar sebagai kota kunjungan yang tiap sudutnya bisa dimanfaatkan untuk mengabadikan potret diri," sebut Iqbal sembari memuji dalam talkshow di anjungan Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Bukan hanya di Losari, rencananya ia akan mencoba mencari investor untuk menyulap bangunan kumuh atau tempat strategis lainnya ke dalam seni mural.
"Jika impian ini terwujud, maka Makassar bisa menjadi 'kanvas raksasa' bagi ilustrator yang ingin menjajal kebolehannya dalam seni mural yang kini semakin diminati," tambahnya.
Kolaborasi enam ilustrator atau seniman mural jebolan content creator workshop yang diadakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Pontianak telah mengubah Anjungan Losari menjadi lebih berwarna.
Enam seniman tersbut yakni Frans Sitanggang, Laras Ayu Sahita, M Fithrah, Indra Kurniawan, Hafidz Aziz, dan Chimankorus. Mereka menyulap Anjungan City of Makassar menjadi 'kanvas raksasa' ketika menuangkan imajinasinya.
Landmark City of Makassar terdiri dari 14 huruf dengan diameter 48 meter per segi menjadi obyek inspirasi bagi Frans Sitanggang bersama kawan-kawan seniman mural yang tergabung dalam kelompok ritus team work.
Mereka membuat desain yang berbeda di tiap hurufnya. Setiap desain disampaikan pesan untuk bergerak menyuarakan karya yang positif dan berdampak.
Pengerjaan mural itu berjalan selama dua hari, Jumat-Minggu, tanggal 20-22 September 2019.
Frans bersama rekan sesama seniman mural meleburkan ide, kreativitas, dan ekspresi untuk menjadikan ikon kota Makassar ini bernilai estetis.
"Terima kasih telah membuat salah satu bagian dari ikon Makassar ini terlihat cantik. Ini memang menjadi impian saya, menjadikan Makassar sebagai kota kunjungan yang tiap sudutnya bisa dimanfaatkan untuk mengabadikan potret diri," sebut Iqbal sembari memuji dalam talkshow di anjungan Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Bukan hanya di Losari, rencananya ia akan mencoba mencari investor untuk menyulap bangunan kumuh atau tempat strategis lainnya ke dalam seni mural.
"Jika impian ini terwujud, maka Makassar bisa menjadi 'kanvas raksasa' bagi ilustrator yang ingin menjajal kebolehannya dalam seni mural yang kini semakin diminati," tambahnya.
Kolaborasi enam ilustrator atau seniman mural jebolan content creator workshop yang diadakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Pontianak telah mengubah Anjungan Losari menjadi lebih berwarna.
Enam seniman tersbut yakni Frans Sitanggang, Laras Ayu Sahita, M Fithrah, Indra Kurniawan, Hafidz Aziz, dan Chimankorus. Mereka menyulap Anjungan City of Makassar menjadi 'kanvas raksasa' ketika menuangkan imajinasinya.
Landmark City of Makassar terdiri dari 14 huruf dengan diameter 48 meter per segi menjadi obyek inspirasi bagi Frans Sitanggang bersama kawan-kawan seniman mural yang tergabung dalam kelompok ritus team work.
Mereka membuat desain yang berbeda di tiap hurufnya. Setiap desain disampaikan pesan untuk bergerak menyuarakan karya yang positif dan berdampak.
Pengerjaan mural itu berjalan selama dua hari, Jumat-Minggu, tanggal 20-22 September 2019.
Frans bersama rekan sesama seniman mural meleburkan ide, kreativitas, dan ekspresi untuk menjadikan ikon kota Makassar ini bernilai estetis.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perempuan di Makassar tipu agen BRI Link untuk transfer ke sejumlah rekening
26 January 2026 12:31 WIB
Terpopuler - Seni Budaya
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019
Budaya "Appalili" Kabupaten Gowa terus dipertahankan tingkatkan hasil pertanian
05 December 2019 11:44 WIB, 2019