Realisasi retribusi objek wisata Gunung Kidul Rp17,486 miliar
Selasa, 8 Oktober 2019 7:37 WIB
Obje wisata Pantai Ngandong di Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Gunung Kidul (ANTARA) - Realisasi pendapatan restribusi objek pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai Januari hingga awal Oktober mencapai Rp17,486 miliar atau 62,5 persen dari target Rp27,823 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan masih ada tiga bulan lagi untuk mencapai target pendapatan retribusi objek wisata sebesar 37,5 persen dari target Rp27,823 persen.
"Kami optimistis tiga bulan ke depan target tersebut akan terealisasi. Hal ini mengingat masih ada libur sekolah dan libur Natal. Selain itu, jumlah pengunjung setiap akhir pekan sangat tinggi," kata Hary.
Ia mengatakan setiap libur sekolah dan libur Natal, jumlah pengunjung sangat banyak, seperti halnya libur Lebaran. Untuk itu, Dinas Pariwisata Gunung Kidul akan memanfaatkan libur sekolah dan libur akhir tahun untuk menggenjot pendapatan retribusi.
Salah satunya dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada serta terus berupaya membuka destinasi wisata baru.
"Kami berharap target yang telah ditetapkan akan terealsiasi,” kata Hary.
Sementara itu, Kepala Dispar Gunung Kidul Asti Wijayanti mengatakan destinasi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar pertama adalah kawasan pantai selatan mencapai 90 persen. Disusul wisata minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak 4G, Green Village, Embung Batara Sriten.
"Pendapatan retribusi objek wisata disumbang dari wisata pantai. Sehingga Dinas Pariwisata akan melakukan berbagai upaya supaya wisatawan nyaman berwisata di Gunung Kidul, dan harapannya retribusi objek wisata terealisasi sesuai target," kata Asti.
Adapun objek wisata yang masih banyak dikunjungi adalah Pantai Baron dan Pantai Indrayanti. Namun dia juga mengakui adanya penurunan kunjungan wisata di objek-objek wisata selain pantai, seperti Gua Pindul, dan Ngelanggeran.
"Kami selalu promosikan tempat-tempat wisata selain pantai agar kunjungan wisatawan merata, tidak hanya di wilayah pantai saja,” ujar Asti.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan masih ada tiga bulan lagi untuk mencapai target pendapatan retribusi objek wisata sebesar 37,5 persen dari target Rp27,823 persen.
"Kami optimistis tiga bulan ke depan target tersebut akan terealisasi. Hal ini mengingat masih ada libur sekolah dan libur Natal. Selain itu, jumlah pengunjung setiap akhir pekan sangat tinggi," kata Hary.
Ia mengatakan setiap libur sekolah dan libur Natal, jumlah pengunjung sangat banyak, seperti halnya libur Lebaran. Untuk itu, Dinas Pariwisata Gunung Kidul akan memanfaatkan libur sekolah dan libur akhir tahun untuk menggenjot pendapatan retribusi.
Salah satunya dengan memaksimalkan potensi wisata yang ada serta terus berupaya membuka destinasi wisata baru.
"Kami berharap target yang telah ditetapkan akan terealsiasi,” kata Hary.
Sementara itu, Kepala Dispar Gunung Kidul Asti Wijayanti mengatakan destinasi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar pertama adalah kawasan pantai selatan mencapai 90 persen. Disusul wisata minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, Puncak 4G, Green Village, Embung Batara Sriten.
"Pendapatan retribusi objek wisata disumbang dari wisata pantai. Sehingga Dinas Pariwisata akan melakukan berbagai upaya supaya wisatawan nyaman berwisata di Gunung Kidul, dan harapannya retribusi objek wisata terealisasi sesuai target," kata Asti.
Adapun objek wisata yang masih banyak dikunjungi adalah Pantai Baron dan Pantai Indrayanti. Namun dia juga mengakui adanya penurunan kunjungan wisata di objek-objek wisata selain pantai, seperti Gua Pindul, dan Ngelanggeran.
"Kami selalu promosikan tempat-tempat wisata selain pantai agar kunjungan wisatawan merata, tidak hanya di wilayah pantai saja,” ujar Asti.
Pewarta : Sutarmi
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BMKG : Deformasi Lempeng Indo-Australia pemicu gempa magnitudo 4,9 di Gunung Kidul
06 April 2022 13:12 WIB, 2022
BMKG: Hanya beda dua menit, dua gempa guncang Gunung Kidul dan Jembrana
24 November 2020 3:39 WIB, 2020
Gunung Kidul vaksin 11.616 ekor ternak yang terpapar antraks di Gunung Kidul
21 January 2020 7:54 WIB, 2020
Pakar Mikrobiologi UGM menduga spora antraks nyaman tumbuh di tanah kapur
18 January 2020 15:20 WIB, 2020
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB