Mamuju (ANTARA News) - Calon Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sulawesi Barat  akan memulai menerima calon mahasiswa baru  tahun ajaran 2010.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Ortala Kementerian Agama (Kemenag) RI, H. Syahman Sitompul, SE, Ak, MSi, di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, ijin operasional penerimaan maba STAIN akan segera dibuka pada tahun ajaran ini guna mempercepat rencana pembangunan sekolah Islam tersebut, sekaligus mempercepat proses peningkatan status untuk segera di negerikan.

"Minimal tahun ini kita sudah bisa merekrut penerimaan Maba yang akan melanjutkan studinya pada jenjang STAIN guna mempercepat proses pembangunan gedung perkuliahan  di daerah ini yang akan ditempatkan di wilayah Rangas, Kabupaten Majene, sekitar 130 kilometer dari kota Mamuju," ucap Syahman, usai melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan STAIN di Majene.

Dikatakannya, untuk menerima Maba tersebut, pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi sehingga tahun ini sudah ada aktivitas perkuliahan.

"Untuk tahap awal minimal tiga jurusan perkuliahan yang akan diterima yakni jurusan Tarbiyah, Syariah maupun Dakwah," ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk sementara, para calon maba yang akan melanjutkan pendidikan di STAIN pada tahun ajaran 2010, mereka  akan dicarikan tempat perkuliahan sementara.

"Masalah tempat proses perkuliahan itu akan diatur dikemudian hari, yang jelas, tahun ini sudah ada calon maba sambil membangun gedung perkuliahan yang cukup representatif," ucap Salman.

Dia menjelaskan, pembangunan gedung STAIN tersebut, kemenag akan mengalokasikan aset dan akan dibantu dengan dana sharing dengan pemerintah Provinsi Sulbar.

"Untuk itu, dalam rencana pembangunan STAIN, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh akan menjadi ketua dewan penyantun," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk lima tahun pertama sekolah ini akan berstatus sebagai IAIN, kemudian lima tahun selanjutnya akan diangkat menjadi UIN Sulbar. 

"Kita berharap, proses pembangunan STAIN ini dapat dipercepat untuk memberikan kemudahan pelayanan dunia pendidikan di Sulbar," ungkapnya. (T.KR-ACO/F003)