
Dinkes Sulbar perkuat SIKN

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) sebagai fondasi utama pengambilan keputusan strategis di wilayah tersebut.
"Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap kebijakan kesehatan, diambil berdasarkan data lapangan yang akurat, bukan sekadar asumsi administratif semata," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Selasa.
Salah satu fokus utama penguatan sistem informasi kesehatan nasional itu mencakup pengawasan distribusi logistik medis dan percepatan eliminasi penyakit menular seperti Tuberkulosis (TB).
Melalui aliran data seketika dari seluruh puskesmas, pemerintah dapat mendeteksi dini potensi kekosongan stok obat sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti akibat kendala administratif maupun teknis.
Keberhasilan sistem, kata dia, tidak lagi diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, melainkan manfaat nyata bagi keselamatan warga di seluruh wilayah setempat.
Ia mengatakan transformasi digital urat nadi mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.
"Kesehatan adalah investasi penentu masa depan bangsa. Tanpa manusia yang sehat, infrastruktur sebesar apa pun akan kehilangan maknanya," ujarnya.
Ke depan, kata dia, SIKN akan menjadi katalisator penting dalam memutus rantai penularan penyakit melalui pemetaan penyebaran yang lebih presisi.
Menurutnya, upaya tersebut secara langsung mendukung visi Sulbar Maju dan Sejahtera, khususnya pada komitmen Panca Daya Ketiga untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
"Dengan sistem yang terintegrasi kuat antara level provinsi hingga akar rumput, Sulbar menargetkan efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045," kata Nursyamsi.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
