Sumsel butuh 11.996 petugas sensus penduduk 2020
Selasa, 17 Desember 2019 18:01 WIB
Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, saat lokakarya dan penandatangan komitmen sensus penduduk 2020 bersama media massa di Sumsel, Selasa (17/12) (ANTARA/Aziz Munajar/19)
Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa proses sensus penduduk di Sumatera Selatan pada 2020 membutuhkan 11.996 tenaga petugas yang akan mengumpulkan data pada tahap wawancara 1-31 Juli 2020.
Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Selasa, mengatakan perekrutan petugas sensus akan dilaksanakan pada Maret - April 2020 dengan proses tertutup maupun terbuka karena kompetensi ditentukan masing-masing daerah.
"Petugas tetap diutamakan profesional walaupun kerjanya hanya satu bulan," ujar Endang saat lokakarya dan penandatangan komitmen sensus penduduk 2020 bersama media massa di Sumsel.
Perekrutan petugas tertutup, kata dia, BPS akan menggandeng mitra statistik yang biasa membantu mengumpulkan data, sedangkan perekrutan terbuka akan diperuntukkan bagi kalangan umum serta dilaksanakan lewat online.
Menurutnya petugas sensus bekerja mengumpulkan data dengan metode CAPI (wawancara tercatat di gadget) dan PAPI (wawancara tercatat di kertas), sebab sensus penduduk pada 2020 menggunakan metode kombinasi.
Namun dari 17 kabupaten/kota hanya ada sembilan wilayah yang menerapkan metode CAPI, yakni Kota Palembang, Prabumulih, Pagaralam, lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, ogan Komering Ulu dan PALI.
"Kota Palembang mungkin butuh sekitar 2.000 petugas sensus, nanti daerah lain akan kami umumkan untuk perekrutannya," tambah Endang.
Sementara Kabiro Humas dan Hukum BPS RI, Endang Retno Sri Subiya Andani, mengatakan para petugas sensus akan mendapatkan asuransi kesehatan serta honorium selama satu bulan bertugas.
"Dalam proses pengumpulan data mungkin ada kecelakaan maka mereka sudah terlindungi asuransi," ujar Endang Retno.
Kompetensi petugas memang diserahkan kepada kebijakan strategis BPS masing-masing provinsi, namun syarat wajib utamanya minimal tamatan SMA dan harus serius mengikuti pelatihan pra-sensus.
"Jangan nanti ketika ada pelatihan sensus ternyata ada yang pindah bekerja di tempat lain, di BPS tidak bisa seperti itu," kata dia.
Terkait besaran honorium ia belum bisa menyebutkannya, ia hanya menyebut kemungkinan jumlah petugas yang direkrut juga bergantung capaian pada tahap sensus online.
Semakin besar penduduk yang mengisi data lewat online, maka semakin sedikit petugas sensus yang diturunkan.
Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Selasa, mengatakan perekrutan petugas sensus akan dilaksanakan pada Maret - April 2020 dengan proses tertutup maupun terbuka karena kompetensi ditentukan masing-masing daerah.
"Petugas tetap diutamakan profesional walaupun kerjanya hanya satu bulan," ujar Endang saat lokakarya dan penandatangan komitmen sensus penduduk 2020 bersama media massa di Sumsel.
Perekrutan petugas tertutup, kata dia, BPS akan menggandeng mitra statistik yang biasa membantu mengumpulkan data, sedangkan perekrutan terbuka akan diperuntukkan bagi kalangan umum serta dilaksanakan lewat online.
Menurutnya petugas sensus bekerja mengumpulkan data dengan metode CAPI (wawancara tercatat di gadget) dan PAPI (wawancara tercatat di kertas), sebab sensus penduduk pada 2020 menggunakan metode kombinasi.
Namun dari 17 kabupaten/kota hanya ada sembilan wilayah yang menerapkan metode CAPI, yakni Kota Palembang, Prabumulih, Pagaralam, lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, ogan Komering Ulu dan PALI.
"Kota Palembang mungkin butuh sekitar 2.000 petugas sensus, nanti daerah lain akan kami umumkan untuk perekrutannya," tambah Endang.
Sementara Kabiro Humas dan Hukum BPS RI, Endang Retno Sri Subiya Andani, mengatakan para petugas sensus akan mendapatkan asuransi kesehatan serta honorium selama satu bulan bertugas.
"Dalam proses pengumpulan data mungkin ada kecelakaan maka mereka sudah terlindungi asuransi," ujar Endang Retno.
Kompetensi petugas memang diserahkan kepada kebijakan strategis BPS masing-masing provinsi, namun syarat wajib utamanya minimal tamatan SMA dan harus serius mengikuti pelatihan pra-sensus.
"Jangan nanti ketika ada pelatihan sensus ternyata ada yang pindah bekerja di tempat lain, di BPS tidak bisa seperti itu," kata dia.
Terkait besaran honorium ia belum bisa menyebutkannya, ia hanya menyebut kemungkinan jumlah petugas yang direkrut juga bergantung capaian pada tahap sensus online.
Semakin besar penduduk yang mengisi data lewat online, maka semakin sedikit petugas sensus yang diturunkan.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tidak jujur soal kesehatan, enam calon petugas haji dipulangkan dari diklat
16 January 2026 5:52 WIB
Perumda Pasar Makassar salurkan bantuan ke ratusan petugas kebersihan pasar
08 November 2025 5:32 WIB
Polisi tetapkan empat tersangka penyerangan petugas saat penjarahan rumah Uya Kuya
04 September 2025 10:57 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB