ACT: Generasi cinta Quran adalah SDM cerdas dan unggul
Jumat, 27 Desember 2019 14:17 WIB
Puluhan hafidz/hafidzah berfoto bersama dalam acara tasyakuran sekaligus wisuda 10 hafidzah RQV Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019). (FOTO ANTARA/Katriana)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyebut generasi yang mencintai Al Quran adalah generasi sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan unggul dan mampu membangun peradaban.
"Berdasarkan pengalaman saya mengambil kesimpulan bahwa Al Quran itu mencerdaskan," kata Pembina ACT Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, M.Sc
dalam acara tasyakuran sekaligus wisuda 10 hafidzah di Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Ia mengatakan bahwa Islam pernah berhasil membangun peradaban hingga menguasai hampir dua pertiga dunia pada abad ke-10, 11 dan 12 Masehi berkat orang-orang yang suka membaca, menerjemahkan dan mengamalkan ilmu dalam Al Quran.
Al Quran, katanya, tidak hanya mencerdaskan orang-orang yang menghafalkan dan mengamalkan ilmunya secara sipiritual, tetapi juga secara intelektual.
Dikemukakannya bahwa Al Quran tidak hanya mengandung nilai-nilai moral yang dapat membentuk karakter seseorang tetapi juga mengandung banyak ilmu pengetahuan dan sains yang pada zaman modern baru terungkap.
Ia percaya orang-orang yang senang membaca dan mengamalkan ilmu dalam Al Quran akan menjadi generasi unggul dan dan bermanfaat bagi yang lain.
"Pada saat sekarang, generasi muda banyak diintervensi oleh narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dan lain sebagainya," kata Didin Hafidhuddin, yang juga Guru Besar IPB dan juga menjabat Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu.
Oleh karena itu, ia yakin, melalui pendekatan budaya, sikap dan pendidikan yang diajarkan dalam Al Quran, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
"Kita lawan dengan 'culture', pendekatan budaya, sikap dan pendidikan. Itu dengan Al Quran," demikian Didin Hafidhuddin.
"Berdasarkan pengalaman saya mengambil kesimpulan bahwa Al Quran itu mencerdaskan," kata Pembina ACT Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, M.Sc
dalam acara tasyakuran sekaligus wisuda 10 hafidzah di Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Ia mengatakan bahwa Islam pernah berhasil membangun peradaban hingga menguasai hampir dua pertiga dunia pada abad ke-10, 11 dan 12 Masehi berkat orang-orang yang suka membaca, menerjemahkan dan mengamalkan ilmu dalam Al Quran.
Al Quran, katanya, tidak hanya mencerdaskan orang-orang yang menghafalkan dan mengamalkan ilmunya secara sipiritual, tetapi juga secara intelektual.
Dikemukakannya bahwa Al Quran tidak hanya mengandung nilai-nilai moral yang dapat membentuk karakter seseorang tetapi juga mengandung banyak ilmu pengetahuan dan sains yang pada zaman modern baru terungkap.
Ia percaya orang-orang yang senang membaca dan mengamalkan ilmu dalam Al Quran akan menjadi generasi unggul dan dan bermanfaat bagi yang lain.
"Pada saat sekarang, generasi muda banyak diintervensi oleh narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dan lain sebagainya," kata Didin Hafidhuddin, yang juga Guru Besar IPB dan juga menjabat Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu.
Oleh karena itu, ia yakin, melalui pendekatan budaya, sikap dan pendidikan yang diajarkan dalam Al Quran, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
"Kita lawan dengan 'culture', pendekatan budaya, sikap dan pendidikan. Itu dengan Al Quran," demikian Didin Hafidhuddin.
Pewarta : Katriana
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB