Seorang petani di Muara Enim diserang harimau di pancaran
Jumat, 10 Januari 2020 21:18 WIB
Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/pras/17.)
Palembang (ANTARA) - Seorang petani di Semende Darat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diserang harimau saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan lindung sehingga mengalami luka serius di paha kiri.
Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan, Jumat, mengatakan petani tersebut bernama Martam (56), diserang saat sedang mencuci beras pada Kamis (9/1) sekitar pukul 17.30 WIB.
“Kejadian tepatnya di di pancuran Desa Muara Tenang, atau berjarak 600 meter dari hutan lindung,” kata dia.
Ia mengatakan korban mengalami luka cakar di paha. “Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan. Setelah harimau sumatera itu pergi, korban kembali ke pondok lalu menghubungi keluarganya,” kata dia.
Korban kini dievakuasi dan dimintai keterangan oleh tim BKSDA.
Atas insiden itu, BKSDA Sumsel segera memasang kamera trap dan trap box di lokasi.
Selain itu, dia juga mengimbau warga di sekitar kantong jejalah harimau dan kawasan hutan lindung untuk lebih waspada.
Sebelum serangan harimau sumatera itu terjadi, tim BKSDA baru saja melakukan sosialisasi kepada warga.
Warga sekitar diminta untuk tidak beraktifitas di dekat hutan lindung pada sore dan malam hari.
Sepanjang tahun 2019 ini, terdapat 15 kasus serangan harimau yang terjadi di Sumatera Selatan. Lima orang tewas dan selebihnya luka-luka.*
Kepala BKSDA Sumsel Genman Hasibuan, Jumat, mengatakan petani tersebut bernama Martam (56), diserang saat sedang mencuci beras pada Kamis (9/1) sekitar pukul 17.30 WIB.
“Kejadian tepatnya di di pancuran Desa Muara Tenang, atau berjarak 600 meter dari hutan lindung,” kata dia.
Ia mengatakan korban mengalami luka cakar di paha. “Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan. Setelah harimau sumatera itu pergi, korban kembali ke pondok lalu menghubungi keluarganya,” kata dia.
Korban kini dievakuasi dan dimintai keterangan oleh tim BKSDA.
Atas insiden itu, BKSDA Sumsel segera memasang kamera trap dan trap box di lokasi.
Selain itu, dia juga mengimbau warga di sekitar kantong jejalah harimau dan kawasan hutan lindung untuk lebih waspada.
Sebelum serangan harimau sumatera itu terjadi, tim BKSDA baru saja melakukan sosialisasi kepada warga.
Warga sekitar diminta untuk tidak beraktifitas di dekat hutan lindung pada sore dan malam hari.
Sepanjang tahun 2019 ini, terdapat 15 kasus serangan harimau yang terjadi di Sumatera Selatan. Lima orang tewas dan selebihnya luka-luka.*
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pascabanjir bandang, Warga Desa Sibio-bio Tapteng masih terisolir akibat jembatan putus
21 February 2026 17:59 WIB
Kirim tim khusus, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi Sumatera
22 January 2026 15:43 WIB
Pascabencana Sumatera, TelkomGroup perkuat jaringan Huntara di tiga provinsi terdampak
12 January 2026 13:06 WIB
Perbaiki konektivitas terdampak bencana di Sumatera, Bank Mandiri bersinergi bangun 5 jembatan bailey
07 January 2026 14:03 WIB