
Aceh alokasi Rp380 M untuk rehabilitasi lahan pertanian

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp380 miliar lebih untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian yang rusak pascabencana banjir di tanah rencong akhir November 2025 lalu.
“Pemerintah Aceh saat ini fokus mempercepat seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi dan pengolahan lahan agar lahan pertanian yang terdampak bencana dapat segera kembali produktif,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Senin.
Anggaran tersebut mencakup berbagai kegiatan utama, mulai dari optimasi lahan (oplah), rehabilitasi lahan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jalan usaha tani.
Nasir menegaskan, pemerintah terus mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian pascabencana sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, pada kegiatan optimasi lahan (oplah) untuk sawah dengan tingkat kerusakan ringan, dialokasikan sebesar Rp155,6 miliar dalam bentuk bantuan pemerintah. Kegiatan ini mencakup 16 kabupaten/kota dengan total luas 27.071 hektare.
Di mana, untuk konstruksi oplahnya sekitar Rp124,5 miliar, dilaksanakan setelah tahap perencanaan selesai, disusul dengan pengolahan lahan senilai Rp24,3 miliar. Kedua kegiatan tersebut dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota.
Pewarta : Rahmat Fajri
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
