Pemkab Toraja Utara siapkan 387 objek wisata baru
Sabtu, 7 Maret 2020 17:11 WIB
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan (batik ungu) saat mendampingi Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah meninjau pembangunan infrastruktur jalan di Toraja Utara, Sabtu,(7/3). ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menyiapkan sebanyak 387 objek wisata baru untuk dieksplorasi para wisatawan baik lokal ataupun mancanegara.
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengatakan sebagai kabupaten tujuan wisata utama di Sulsel, pihaknya terus berbenah untuk menghadirkan objek wisata yang semakin berkualitas dan beragam.
"Sekarang ini baru ada 17 objek wisata unggulan. Sebentar lagi kami akan melemparkan ke 387 objek wisata baru," katanya di sela-sela mendampingi Gubernur Sulsel meninjau pembangunan infrastruktur jalan di daerah itu, Sabtu.
Kalatiku menyampaikan, hal ini juga sudah dilaporkan ke Gubernur Sulsel dan responnya sangat positif. Ini juga sangat sejalan dengan langkah-langkah yang dikembangkan bersama di sektor pariwisata.
"Bahkan sekaligus dapat merupakan penjabaran dari ide dan harapan beliau. Bagaimana menghadirkan pariwisata Sulawesi Selatan yang bertaraf internasional," sebutnya.
Hampir 400 objek wisata tersebut ditemukan melalui kerja sama dengan mahasiswa-mahasiswi yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN).
"Mereka menemukan dan mengusulkan. Begitu memenuhi syarat oke, dari segi budaya, segi nilai dari pariwisatanya langsung kita jadikan sebagai objek," jelasnya.
Sehingga perlu dukungan infrastruktur jalan. Baik itu jalan provinsi dan kabupaten. Kebijakan yang berfokus pada pengembangan pariwisata akan menyejahterakan rakyat Toraja Utara.
Lanjutnya, hadirnya infrastruktur bandara dan jalan menjadi kunci suksesnya kepariwisataan suatu daerah. Apalagi saat ini, Di Toraja telah didukung dengan akan hadirnya Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja dan juga di Luwu, kabupaten tetangga Torut telah ada Bandara Lagaligo Bua sebagai penunjang.
"Itu direct flight from (penerbangan langsung dari) Jakarta ke Denpasar, jadi tidak lewat Makassar lagi nanti, jadi itu akan memudahkan," jelasnya.
Selama ini banyak wisatawan yang ingin ke Toraja, menjadi pilihan setelah Bali. Namun, karena fasilitas yang diharapkan belum tersedia membuat mereka kemudian enggan.
"Setelah disampaikan, dibilang 8 sampai 10 jam, mereka kemudian mencari tempat lain, karena orang enggak mau sakit punggung," paparnya.
Sementara itu Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah mengatakan Toraja yang terdiri dari Toraja Utara dan Tana Toraja merupakan aset dunia. Berbagai program strategis akan diselesaikan untuk menarik wisatawan.
"Saya menaruh harapan bahwa Toraja ini akan menjadi wisata terbaik. Jadi saya yakin Toraja ini akan berjalan dengan baik setelah pembangunan infrastruktur diselesaikan," jelas Nurdin.
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengatakan sebagai kabupaten tujuan wisata utama di Sulsel, pihaknya terus berbenah untuk menghadirkan objek wisata yang semakin berkualitas dan beragam.
"Sekarang ini baru ada 17 objek wisata unggulan. Sebentar lagi kami akan melemparkan ke 387 objek wisata baru," katanya di sela-sela mendampingi Gubernur Sulsel meninjau pembangunan infrastruktur jalan di daerah itu, Sabtu.
Kalatiku menyampaikan, hal ini juga sudah dilaporkan ke Gubernur Sulsel dan responnya sangat positif. Ini juga sangat sejalan dengan langkah-langkah yang dikembangkan bersama di sektor pariwisata.
"Bahkan sekaligus dapat merupakan penjabaran dari ide dan harapan beliau. Bagaimana menghadirkan pariwisata Sulawesi Selatan yang bertaraf internasional," sebutnya.
Hampir 400 objek wisata tersebut ditemukan melalui kerja sama dengan mahasiswa-mahasiswi yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN).
"Mereka menemukan dan mengusulkan. Begitu memenuhi syarat oke, dari segi budaya, segi nilai dari pariwisatanya langsung kita jadikan sebagai objek," jelasnya.
Sehingga perlu dukungan infrastruktur jalan. Baik itu jalan provinsi dan kabupaten. Kebijakan yang berfokus pada pengembangan pariwisata akan menyejahterakan rakyat Toraja Utara.
Lanjutnya, hadirnya infrastruktur bandara dan jalan menjadi kunci suksesnya kepariwisataan suatu daerah. Apalagi saat ini, Di Toraja telah didukung dengan akan hadirnya Bandara Buntu Kunik di Tana Toraja dan juga di Luwu, kabupaten tetangga Torut telah ada Bandara Lagaligo Bua sebagai penunjang.
"Itu direct flight from (penerbangan langsung dari) Jakarta ke Denpasar, jadi tidak lewat Makassar lagi nanti, jadi itu akan memudahkan," jelasnya.
Selama ini banyak wisatawan yang ingin ke Toraja, menjadi pilihan setelah Bali. Namun, karena fasilitas yang diharapkan belum tersedia membuat mereka kemudian enggan.
"Setelah disampaikan, dibilang 8 sampai 10 jam, mereka kemudian mencari tempat lain, karena orang enggak mau sakit punggung," paparnya.
Sementara itu Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah mengatakan Toraja yang terdiri dari Toraja Utara dan Tana Toraja merupakan aset dunia. Berbagai program strategis akan diselesaikan untuk menarik wisatawan.
"Saya menaruh harapan bahwa Toraja ini akan menjadi wisata terbaik. Jadi saya yakin Toraja ini akan berjalan dengan baik setelah pembangunan infrastruktur diselesaikan," jelas Nurdin.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTARA gaet komunitas gelar workshop fotografi untuk warga di Toraja Utara
18 December 2025 7:02 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB