Permainan Solo Drum Gilang Tutup Konser Keluarga
Minggu, 25 Juli 2010 20:55 WIB
Makassar (ANTARA News) - Permainan solo drum Gilang Ramadhan sekitar sepuluh menit menutup konser bersama kedua iparnya Ikang Fawzi dan Eki Soekarno dalam grup musik Brother in Law di Makassar, Sabtu.
Ketiganya yang merupakan suami dari tiga artis cantik Haque bersaudara ini mengaku, penampilan mereka di Makassar adalah pertunjukkan musik pertama dengan membawa nama Brother in Law.
"Kita merasa terhormat main pertama kali di sini," kata Ikang usai menyanyikan lagu pertama pembuka konser.
Di atas panggung, Ikang menyatakan tak pernah bermimpi akan memiliki dua saudara ipar yang sama-sama memiliki nama besar di dunia musik.
"Kita ini band keluarga sesuai dengan namanya, saya tidak pernah mimpi punya ipar pengamen semua,"katanya sambil tertawa.
Eki Soekarno yang lebih terkenal sebagai seorang drummer grup musik rock era 1980-an, mengambil posisi sebagai pemain gitar mengiringi vokal Ikang. Sementara Gilang, tetap pada posisi di belakang drum.
Grup musik baru berisi musisi-musisi senior ini berencana merilis single pertamanya berjudul "Marry Me" dalam waktu dekat.
Lagu yang berisi tentang rayuan seorang pria terhadap wanita tersebut adalah salah satu lagu dari total enam lagu yang mereka tampilkan.
Lima lagu lainnya yang mereka tampilkan merupakan lagu-lagu lawas dua diantaranya merupakan lagu yang melambungkan nama Ikang sebagai rocker yaitu Preman dan Salam Terakhir.
Lagu preman yang liriknya masih relevan dengan kehidupan saat ini masih cukup menghibur pengunjung terlebih dinyanyikan langsung oleh penyanyi aslinya.
Sedangkan lagu Salam Terakhir dibawakan secara medley dengan lagu "I Don't Wanna Talk About It" milik Rod Steward dalam balutan petikan gitar akustik.
Soal warna musik band ini mengungkapkan selama dua tahun terakhir mereka berupaya melakukan inovasi untuk menghadirkan warna musik yang disebut rock dengan irama sawah.
"Ini merupakan musik baru yang jadi kebanggaan kita. Kita harap bisa menjadi inovasi yang baik," katanya.
Karakater musik baru yang mereka sebut sebagai rock berirama
sawah didominasi oleh gebukan drum Gilang yang diwarnai sentuhan bunyi-bunyian gamelan.
Untuk sebuah grup dan karakter musik baru, grup musik dengan jaminan kematangan musikalitas para personilnya ini memiliki tantangan besar untuk memiliki kembali tempat dalam dunia musik Indonesia yang tengah dibanjiri oleh banyak grup dan warna. (T.KR-RY/S016)
Ketiganya yang merupakan suami dari tiga artis cantik Haque bersaudara ini mengaku, penampilan mereka di Makassar adalah pertunjukkan musik pertama dengan membawa nama Brother in Law.
"Kita merasa terhormat main pertama kali di sini," kata Ikang usai menyanyikan lagu pertama pembuka konser.
Di atas panggung, Ikang menyatakan tak pernah bermimpi akan memiliki dua saudara ipar yang sama-sama memiliki nama besar di dunia musik.
"Kita ini band keluarga sesuai dengan namanya, saya tidak pernah mimpi punya ipar pengamen semua,"katanya sambil tertawa.
Eki Soekarno yang lebih terkenal sebagai seorang drummer grup musik rock era 1980-an, mengambil posisi sebagai pemain gitar mengiringi vokal Ikang. Sementara Gilang, tetap pada posisi di belakang drum.
Grup musik baru berisi musisi-musisi senior ini berencana merilis single pertamanya berjudul "Marry Me" dalam waktu dekat.
Lagu yang berisi tentang rayuan seorang pria terhadap wanita tersebut adalah salah satu lagu dari total enam lagu yang mereka tampilkan.
Lima lagu lainnya yang mereka tampilkan merupakan lagu-lagu lawas dua diantaranya merupakan lagu yang melambungkan nama Ikang sebagai rocker yaitu Preman dan Salam Terakhir.
Lagu preman yang liriknya masih relevan dengan kehidupan saat ini masih cukup menghibur pengunjung terlebih dinyanyikan langsung oleh penyanyi aslinya.
Sedangkan lagu Salam Terakhir dibawakan secara medley dengan lagu "I Don't Wanna Talk About It" milik Rod Steward dalam balutan petikan gitar akustik.
Soal warna musik band ini mengungkapkan selama dua tahun terakhir mereka berupaya melakukan inovasi untuk menghadirkan warna musik yang disebut rock dengan irama sawah.
"Ini merupakan musik baru yang jadi kebanggaan kita. Kita harap bisa menjadi inovasi yang baik," katanya.
Karakater musik baru yang mereka sebut sebagai rock berirama
sawah didominasi oleh gebukan drum Gilang yang diwarnai sentuhan bunyi-bunyian gamelan.
Untuk sebuah grup dan karakter musik baru, grup musik dengan jaminan kematangan musikalitas para personilnya ini memiliki tantangan besar untuk memiliki kembali tempat dalam dunia musik Indonesia yang tengah dibanjiri oleh banyak grup dan warna. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendag fokus perkuat konsumsi domestik antisipasi dampak kondisi Timur Tengah
04 March 2026 15:15 WIB
Pemkot Makassar memberikan kepastian hukum untuk rumah ibadah lewat Badan Wakaf
03 March 2026 5:54 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019