Kemenkeu luncurkan ORI017 secara virtual melalui Facebook
Senin, 15 Juni 2020 16:44 WIB
ILUSTRASI: Pasar obligasi dan pasar saham. ANTARA/Ardika/am.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Keuangan meluncurkan instrumen investasi Obligasi Negara Ritel seri ORI-017 secara virtual melalui akun media sosial Facebook untuk pertama kalinya karena pandemi COVID-19.
"Hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi COVId-19," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman di Jakarta, Senin.
Menurut dia, situasi saat ini memerlukan gerakan kolektif baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan akibat wabah virus corona ini.
Dengan membeli ORI017, lanjut dia, menandakan partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia akibat imbas COVID-19.
Berinvestasi dalam ORI017 ini, kata dia, merupakan investasi yang aman dan terjangkau karena pembayaran pokok dan bunga dijamin negara dan dapat dipesan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.
Setelah peluncuran ini, maka masyarakat sudah bisa memesan ORI seri ke-17 ini hingga 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.
Adapun imbal hasil dari SBN ini adalah 6,4 persen tetap per tahun yang diklaim lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito mencapai 5,5 persen.
SBN ini memiliki jatuh tempo hingga 15 Juli 2023 tapi bisa diperdagangkan di pasar sekunder yang bisa dilakukan setelah dua periode pembayaran yakni pada September 2020, hanya antarinvestor domestik.
SBN ini bisa dipesan daring di 16 bank yang menjadi mitra distribusi, empat perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus dan dua perusahaan teknologi finansial (fintech).
"Hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi COVId-19," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman di Jakarta, Senin.
Menurut dia, situasi saat ini memerlukan gerakan kolektif baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan akibat wabah virus corona ini.
Dengan membeli ORI017, lanjut dia, menandakan partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia akibat imbas COVID-19.
Berinvestasi dalam ORI017 ini, kata dia, merupakan investasi yang aman dan terjangkau karena pembayaran pokok dan bunga dijamin negara dan dapat dipesan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.
Setelah peluncuran ini, maka masyarakat sudah bisa memesan ORI seri ke-17 ini hingga 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB.
Adapun imbal hasil dari SBN ini adalah 6,4 persen tetap per tahun yang diklaim lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito mencapai 5,5 persen.
SBN ini memiliki jatuh tempo hingga 15 Juli 2023 tapi bisa diperdagangkan di pasar sekunder yang bisa dilakukan setelah dua periode pembayaran yakni pada September 2020, hanya antarinvestor domestik.
SBN ini bisa dipesan daring di 16 bank yang menjadi mitra distribusi, empat perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus dan dua perusahaan teknologi finansial (fintech).
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai tukar rupiah melemah 42 poin seiring tingginya permintaan obligasi Indonesia
25 January 2023 9:51 WIB, 2023
Pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi global senilai 2,65 miliar dolar AS
08 September 2022 6:28 WIB, 2022
Menkeu: Aliran modal asing keluar Indonesia pada Januari-Agustus 2022 capai Rp126,85 triliun
31 August 2022 15:27 WIB, 2022
DPD RI minta pembayaran subsidi bunga obligasi eks BLBI diberhentikan karena menyedot dana rakyat
12 August 2022 15:10 WIB, 2022
Sri Mulyani: Dana asing 50 miliar dolar kabur dari obligasi negara-negara emerging market
11 August 2022 19:33 WIB, 2022
Rupiah melemah akibat tertekan perang yang masih berlangsung di Ukraina
28 March 2022 11:28 WIB, 2022
Dolar merosot dipicu tertekan jatuhnya "yields" obligasi, kekhawatiran Omicron
21 December 2021 6:15 WIB, 2021
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB