
Pertamina: Kuota BBM subsidi Sulsel mencapai 1,9 juta kiloliter per tahun

Makassar (ANTARA) - General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar menyebutkan kuota BBM bersubsidi Sulsel tahun 2026 mencapai sekitar 1,8 hingga 1,9 juta kiloliter yang terdiri dari pertalite dan biosolar.
"Untuk pertalite sekitar 1,1 juta kiloliter sedangkan solar sekitar 730-an. Ya kurang lebih sekitar 1,8-1,9 juta kiloliter per tahun," ujar Deny Sukendar dalam keterangannya di Makassar, Selasa.
Terkait pengendalian BBM bersubsidi, kata dia, Pertamina telah menjalankan sejumlah langkah pengendalian, antara lain implementasi program subsidi tepat sasaran, koordinasi dengan aparat penegak hukum, edukasi masyarakat, serta pemberian sanksi terhadap penyalahgunaan.
Ia menjelaskan, dalam implementasi program subsidi tepat sasaran sesuai hasil rakor bersama Pemprov Sulsel adalah bagaimana cara penyaluran BBM subsidi ini tepat sasaran melalui surat rekomendasi.
Sebab surat rekomendasi tentu dikeluarkan oleh dinas dinas terkait yang disesuaikan dengan aturan dan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Pihaknya siap berkoordinasi dengan para stakeholder dalam menyempurnakan proses penerbitan rekomendasi, mekanismenya sampai ke teknis pengambilan BBM bersubsidi.
Sementara Sekda Sulsel Jufri Rahman mengatakan, BBM bersubsidi tidak hanya menyasar kendaraan, tetapi juga petani dan nelayan untuk kebutuhan alat mesin pertanian serta operasional kapal.
“Petani dan nelayan dapat memperoleh BBM bersubsidi melalui surat rekomendasi dari dinas terkait. Diperlukan sinergi, termasuk dengan aparat penegak hukum, agar pengawasan berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
