
Dinas Peternakan Sulsel pastikan stok ternak cukup untuk Idul Adha 1447 H

Makassar (ANTARA) - Dinas Peternakan Sulawesi Selatan memastikan stok hewan ternak mencukupi untuk kebutuhan kurban pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Dinas Peternakan setempat merilis ketersediaan sapi 81.875 ekor, kerbau 5.354 ekor, dan kambing 51.639 ekor. Ketersediaan hewan ini berasal dari Sulawesi Selatan, akan tetapi daerah setempat juga menyuplai ke Kalimantan.
"Sedangkan untuk kebutuhan kita itu, sapi hanya 57.879, kemudian kerbau itu 41 ekor kebutuhan dan kambing itu 4.188 ekor. Sehingga ada neraca atau selisih antara ketersediaan dan kebutuhan masih di-range yang cukup," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sulsel Sriyanti Haruni di Makassar, Senin.
Terkait dengan kelayakan hewan untuk kurban, katanya, tergantung surat keterangan kesehatan hewan yang akan dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
"Jadi nanti kabupaten/kota akan memeriksa masing-masing hewan yang mereka miliki, kemudian nanti yang layak untuk dikonsumsi atau dikurbankan itu nanti mereka akan mengeluarkan surat keterangan kesehatan hewannya," ujarnya.
Saat ini, kebutuhan hewan kurban paling banyak dari Kota Makassar, disusul Kabupaten Gowa, lalu Kabupaten Bone. Kedatangan hewan kurban untuk Kota Makassar berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Kabupaten Sinjai.
Hewan ternak di Kabupaten Gowa dari daerah asal sebagai penghasil sendiri, sedangkan Kabupaten Bone menjadi daerah paling banyak ternak di Sulawesi Selatan.
"Tentunya Kabupaten Bone juga penghasil sendiri, bahkan bisa menyuplai daerah-daerah lain," kata dia.
Dinas Peternakan setempat tetap melakukan pengawasan, utamanya lalu lintas dari luar, dengan memasukkan kerbau dari NTT, NTB dan Maluku. Kerbau dari NTT dan NTB kebanyakan masuk ke Toraja untuk acara adat.
Sriyanti mengimbau masyarakat memperhatikan surat keterangan sehat saat membeli hewan kurban.
Dari segi kesehatan hewan, para petugas akan mengambil sampel darah hewan kemudian memeriksakan ke laboratorium sebelum mengeluarkan surat keterangan sehat (hewan).
"Jadi ibaratnya dia sudah punya ada KTP-nya bahwa hewan ini adalah hewan yang sehat, bisa dijadikan hewan kurban baik itu dari kondisinya, kemudian dari persyaratan-persyaratannya, itu yang utama," katanya.
Beberapa kondisi fisik hewan yang harus diperhatikan seperti hewan yang sehat ditandai dengan makan bagus, hewan bergerak dengan baik, mata hewan bersih dan tidak ada kotoran, tidak ada luka-luka, tidak ada leleran yang biasanya ingus atau leleran dari hidung maupun lubang-lubang lainnya.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
