Penyaluran BBM dan LPG pascalongsor Palopo-Toraja lancar
Sabtu, 27 Juni 2020 16:27 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke tabung LPG sebelum disalurkan di wilayah Kabupaten Toraja dan Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (27/6/2020). Pertamina menjamin pasokan BBM dan LPG aman pascalongsor mengakibatkan jalan poros menghubungkan Palopo- Toraja, terputus. FOTO/HO/Pertamina.
Makassar (ANTARA) - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) setelah jalan sempat terputus pascalongsor di wilayah Kabupaten Palopo dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan berjalan lancar.
"Jalur distribusi LPG untuk sementara waktu akan dialihkan sedangkan untuk distribusi BBM tidak ada kendala," ujar Unit Manager Communication dan CSR MOR VII PT Pertamina, Hatim Ilwan di Makassar, Sabtu.
Telah diambil beberapa langkah antisipatif untuk mengamankan distribusi dan pasokan BBM dan LPG ke Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, pascalongsor di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, pada Jumat sore, mengakibatkan jalan poros menghubungkan Palopo- Toraja, terputus.
Hatim mengemukakan, memang sejak Agustus 2019, pasokan BBM untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara didatangkan dari Fuel Terminal (FT) Parepare.
Sehingga dengan kejadian bencana alam itu tidak terjadi kendala dalam distribusi BBM pada dua kabupaten tersebut karena akses jalan tidak melewati jalur putus tersebut.
Sedangkan untuk distribusi LPG, lanjut Hatim, terputusnya akses jalan tersebut membuat agen LPG di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tidak dapat mengambil pasokan dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Palopo.
"Agen LPG yang saat ini mengambil pasokan LPG di SPPBE Palopo harus memutar melalui Kabupaten Sidrap untuk kemudian bisa mencapai Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara," katanya.
Hatim menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan untuk mengalihkan sementara pasokan LPG ke SPPBE Sidrap dan SPPBE Pinrang.
"Kami juga membuka koordinasi dengan Pemda setempat mengenai potensi keterlambatan pasokan LPG di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara," tambah dia.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak dalam menggunakan LPG serta melaporkan jika ditemukan adanya penyalahgunaan konsumsi BBM dan LPG di lapangan. Masyarakat bisa melaporkan penyalahgunaan tersebut ke Call Center Pertamina 135.
"Jalur distribusi LPG untuk sementara waktu akan dialihkan sedangkan untuk distribusi BBM tidak ada kendala," ujar Unit Manager Communication dan CSR MOR VII PT Pertamina, Hatim Ilwan di Makassar, Sabtu.
Telah diambil beberapa langkah antisipatif untuk mengamankan distribusi dan pasokan BBM dan LPG ke Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, pascalongsor di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, pada Jumat sore, mengakibatkan jalan poros menghubungkan Palopo- Toraja, terputus.
Hatim mengemukakan, memang sejak Agustus 2019, pasokan BBM untuk seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara didatangkan dari Fuel Terminal (FT) Parepare.
Sehingga dengan kejadian bencana alam itu tidak terjadi kendala dalam distribusi BBM pada dua kabupaten tersebut karena akses jalan tidak melewati jalur putus tersebut.
Sedangkan untuk distribusi LPG, lanjut Hatim, terputusnya akses jalan tersebut membuat agen LPG di wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tidak dapat mengambil pasokan dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Palopo.
"Agen LPG yang saat ini mengambil pasokan LPG di SPPBE Palopo harus memutar melalui Kabupaten Sidrap untuk kemudian bisa mencapai Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara," katanya.
Hatim menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan untuk mengalihkan sementara pasokan LPG ke SPPBE Sidrap dan SPPBE Pinrang.
"Kami juga membuka koordinasi dengan Pemda setempat mengenai potensi keterlambatan pasokan LPG di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara," tambah dia.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak dalam menggunakan LPG serta melaporkan jika ditemukan adanya penyalahgunaan konsumsi BBM dan LPG di lapangan. Masyarakat bisa melaporkan penyalahgunaan tersebut ke Call Center Pertamina 135.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo tiba di Medan pimpin langsung penanganan bencana alam di Sumatera
12 December 2025 7:18 WIB
Korban meninggal dunia akiibat bencana di Agam capai 181 orang, 76 belum ditemukan
08 December 2025 7:11 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Purbaya belum berencana terapkan pajak marketplace terhadap pedagang daring
28 January 2026 5:28 WIB
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T
27 January 2026 11:40 WIB