Tiga WNI ditemukan mengidap COVID-19 di Malaysia
Senin, 20 Juli 2020 8:28 WIB
Seorang petugas memeriksa suhu tubuh jamah yang akan shalat di Masjid Nasional Malaysia ditengah mewabahnya virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia (15/5/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng/aa.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Tiga warga negara Indonesia di Malaysia ditemukan mengidap COVID-19 dan menjadi bagian dari tiga klaster baru penularan virus corona di negara itu.
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan telah mengidentifikasi tiga klaster baru infeksi COVID-19, yaitu di Sepang, Negara Bagian Selangor, di Brickfields, Kuala Lumpur, dan di Negara Bagian Sarawak.
Dirjen Kesehatan KKM Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Malaysia, mengatakan pada Minggu (19/7) bahwa sejauh ini terdapat dua kasus positif dari warga negara asing yang berasal dari klaster rumah kongsi (rumah pekerja) Sepang yang ditemukan di sebuah tempat konstruksi. Hingga Minggu tengah hari, terdapat 96 pekerja di sana yang diuji corona.
Noor Hisham mengatakan para pekerja yang dites merupakan sembilan warga negara Malaysia dan 87 warga negara asing yang sampelnya telah diambil, dengan hasil dua positif COVID-19 dan 94 lainnya negatif.
"Klaster ini melibatkan seorang warga Indonesia yang merupakan kasus indeks klaster ini dan seorang warga Bangladesh yang merupakan kontak terdekat kasus yang dilaporkan Minggu ini. Penyebab terjangkitnya klaster tersebut masih diselidiki," katanya.
Terkait klaster kedua, yaitu klaster Restoran Kuala Lumpur yang terdeteksi di sebuah restoran di Brickfields, Noor Hisham mengatakan sejauh ini sebanyak 14 pegawai restoran dan 236 pelanggan sudah diambil sampelnya.
Di klaster tersebut, dua warga India dinyatakan positif mengidap virus corona dan penyebab mereka tertular masih diselidiki.
Klaster ketiga adalah Pelabuhan Kuching di Sarawak. Noor Hisham mengatakan sebanyak 25 nelayan telah diperiksa hingga pukul 12.30 Minggu siang dan dua warga negara Indonesia dinyatakan positif COVID-19.
Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyatakan telah mengidentifikasi tiga klaster baru infeksi COVID-19, yaitu di Sepang, Negara Bagian Selangor, di Brickfields, Kuala Lumpur, dan di Negara Bagian Sarawak.
Dirjen Kesehatan KKM Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Malaysia, mengatakan pada Minggu (19/7) bahwa sejauh ini terdapat dua kasus positif dari warga negara asing yang berasal dari klaster rumah kongsi (rumah pekerja) Sepang yang ditemukan di sebuah tempat konstruksi. Hingga Minggu tengah hari, terdapat 96 pekerja di sana yang diuji corona.
Noor Hisham mengatakan para pekerja yang dites merupakan sembilan warga negara Malaysia dan 87 warga negara asing yang sampelnya telah diambil, dengan hasil dua positif COVID-19 dan 94 lainnya negatif.
"Klaster ini melibatkan seorang warga Indonesia yang merupakan kasus indeks klaster ini dan seorang warga Bangladesh yang merupakan kontak terdekat kasus yang dilaporkan Minggu ini. Penyebab terjangkitnya klaster tersebut masih diselidiki," katanya.
Terkait klaster kedua, yaitu klaster Restoran Kuala Lumpur yang terdeteksi di sebuah restoran di Brickfields, Noor Hisham mengatakan sejauh ini sebanyak 14 pegawai restoran dan 236 pelanggan sudah diambil sampelnya.
Di klaster tersebut, dua warga India dinyatakan positif mengidap virus corona dan penyebab mereka tertular masih diselidiki.
Klaster ketiga adalah Pelabuhan Kuching di Sarawak. Noor Hisham mengatakan sebanyak 25 nelayan telah diperiksa hingga pukul 12.30 Minggu siang dan dua warga negara Indonesia dinyatakan positif COVID-19.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes usul reaktivasi JKN otomatis sementara terkait penonaktifan kepersetaan PBI JK
09 February 2026 12:08 WIB
Politeknik AUP beri penghormatan terakhir kepada Deden Maulana korban kecelakaan pesawat ATR
22 January 2026 12:16 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB