Makassar (ANTARA Sulsel) - Pelayanan bongkar muat di pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sering terlambat menghambat distribusi barang, utamanya bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Hal itu seperti disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Transportasi, Mezra Eza saat melakukan kunjungan di Makassar, Jumat.
Menurut dia, lambannya arus lalu lintas barang di pelabuhan Soekarno-Hatta bisa berimbas pada pergerakan ekonomi daerah.
"Distribusi barang ke masyarakat jelas tertunda, khususnya komoditat ekspor karena harus antri menunggu pengangkutan barang," katanya.
Kurangnya informasi data dari pihak Pelindo IV mengenai kondisi pelabuhan dalam melakukan aktifitas bongkar muat menjadi penyebab sulitnya pemerintah mengetahui penyebab lambannya pergerakan lalu lintas barang di palabuhan ini.
"Kami hanya peroleh data mentah saja, sebenarnya kami butuh data yang lebih valid," tegasnya.
Dia mendesak Pelindo IV Makassar melalui pemerintah daerah setempat memberikan laporan penyebab keterlambatan aktifitas lalu lintas barang tersebut.
Pemantauan Menko Perekonomian, menyebutkan arus lalu lintas barang di pelabuhan Soekarno-Hatta belum menunjukkan peningkatan yang siginifikan. Kondisi ini, hampir terjadi pada semua pelabuhan yang ada di Indonesia.
Sejauh ini, lanjut dia kapal pengangkut barang yang masuk ke pelabuhan Soekarno Hatta rata-rata berada dipelabuhan sekitar tiga hinga empat hari. Idealnya kapal yang sandar di pelabuhan melakukan proses bongkar muat maksimal 12 jam, hal ini seperti yang dilakukan pelabuhan di Malaysia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan PT. Pelindo Makassar, untuk mencari penyebab lambatnya pengiriman barang melalui pelabuhan Soekarno Hatta. Rencananya, pemberian laporan tersebut akan disampaikan ke pemerintah pusat pada akhir Februari 2009.
Sebelumnya, Indonesian National Shipowners Association (INSA) Makassar menilai, perlambatan pengantaran barang dari pabrik ke gudang yang kemudian diangkut ke kapal diakui juga sebagai salah satu penghambat menurunnya aktifitas bongkar muat di pelabuhan Makassar.
"Pemilik kapal sebenarnya telah siap melakukan pengangkutan barang, hanya saja dropping barang dari gudang pelabuhan ke kapal sering terhambat," kata INSA Makassar, Hamka.
Dia menilai, pengangkutan barang di pelabuhan Makassar diakui sangat terbatas, terkait gudang penyimpanan barang milik Pelindo IV tidak dioperasionalkan selama 24 jam.
"Pengangkutan kapal yang dilakukan pada dini hari sedikit terhambat, akibat gudang barang hanya dibuka hanya sampai pukul 22.00," ujarnya.
Akibatnya, ungkap dia, terjadi antrian kendaraan truk angkutan barang di pelabuhan Makassar, pengantaran barang tertunda disebabkan gudang penyimpanan barang tertutup
Dia menambahkan, jalur distribusi barang di pelabuhan Makassar sangat membutuhkan peran aktif dari sejumlah pengguna jasa kepelabuhanan mulai dari perusahaan ekspedisi, pelaku pelayaran, pengelola pelabuhan dan komponen terkait lainnya.
"Apabila, salah satu komponen tersebut tidak berjalan optimal, maka tidak dapat di pungkiri jalur distribusi barang akan terhambat. Sebab komponen antar pelaku jasa itu saling berhubungan satu sama lainnya," pungkasnya. (T.PK-HK/S016)
Pelayanan Pelindo IV Hambat Distribusi Barang
Sabtu, 7 Februari 2009 9:25 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026