Aceh susun program "hot deal" genjot kunjungan wisatawan
Jumat, 9 Oktober 2020 21:07 WIB
Wisatawan menikmati suasana matahari tenggelam di Pantai Pulau Nasi, Aceh Besar, Jumat (21/8/2020). Antara Aceh/M Haris SA
Banda Aceh (ANTARA) - Pelaku pariwisata di Provinsi Aceh menyusun dan mematangkan konsep program "hot deal" guna menggenjot kunjungan wisatawan ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Ketua Komite Program Hot Deal Pariwisata Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Jumat, mengatakan program ini bertujuan memberikan harga bersaing dan semurah-murahnya kepada wisatawan yang berkunjung ke Aceh.
"Konsep program hot deal ini terus kami matang sebelum diluncurkan ke publik. Penyusunan program ini didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh," katanya.
Dia mengatakan program hot deal merupakan terobosan baru yang digulirkan Kementerian Pariwisata sejak 2018. Program ini menjual paket wisata dengan menawarkan harga promosi semurahnya serta harga yang bersaing.
Menurut dia, program tersebut turut melibatkan biro perjalanan, perhotelan, restoran, transportasi, pemandu wisata, suvenir, serta pelaku pariwisata lainnya.
Azwani Awi yang juga Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh mengatakan tujuan program hot deal tersebut agar Aceh dapat bersaing menjual paket pariwisata dengan daerah maupun negara lain.
"Program ini harus melibatkan semua komponen dan pelaku pariwisata. Program tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Untuk membangun pariwisata Aceh harus bersama-sama," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pelaku dan pemangku pariwisata di Provinsi Aceh ikut bersama-sama mendukung program hot deal tersebut, sehingga kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong semakin meningkat.
"Yang dibutuhkan dalam program ini adalah komitmen. Sebab, yang dijual adalah paket yang terintegrasi antara satu jasa pariwisata dengan lainnya. Jika tidak, program ini tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan," katanya
.
Ketua Komite Program Hot Deal Pariwisata Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Jumat, mengatakan program ini bertujuan memberikan harga bersaing dan semurah-murahnya kepada wisatawan yang berkunjung ke Aceh.
"Konsep program hot deal ini terus kami matang sebelum diluncurkan ke publik. Penyusunan program ini didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh," katanya.
Dia mengatakan program hot deal merupakan terobosan baru yang digulirkan Kementerian Pariwisata sejak 2018. Program ini menjual paket wisata dengan menawarkan harga promosi semurahnya serta harga yang bersaing.
Menurut dia, program tersebut turut melibatkan biro perjalanan, perhotelan, restoran, transportasi, pemandu wisata, suvenir, serta pelaku pariwisata lainnya.
Azwani Awi yang juga Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh mengatakan tujuan program hot deal tersebut agar Aceh dapat bersaing menjual paket pariwisata dengan daerah maupun negara lain.
"Program ini harus melibatkan semua komponen dan pelaku pariwisata. Program tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Untuk membangun pariwisata Aceh harus bersama-sama," katanya.
Oleh karena itu, dia mengajak semua pelaku dan pemangku pariwisata di Provinsi Aceh ikut bersama-sama mendukung program hot deal tersebut, sehingga kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong semakin meningkat.
"Yang dibutuhkan dalam program ini adalah komitmen. Sebab, yang dijual adalah paket yang terintegrasi antara satu jasa pariwisata dengan lainnya. Jika tidak, program ini tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan," katanya
.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot promosi wisata Makassar ke penyanyi religi internasional Maher Zain
13 November 2025 4:34 WIB
Dispar siapkan film promosi wisata guna tingkatkan kunjungan wisman ke Sulbar
02 November 2025 22:12 WIB
prosesi "Annyorong Lopi" tandai pembukaan Festival Phinisi 2025 di Bulukumba
24 October 2025 11:44 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB