80 warga Blok 10 Perumnas Antang Makassar mengungsi akibat banjir
Minggu, 20 Desember 2020 5:41 WIB
Anggota BPBD melakukan evakuasi warga saat banjir menggenangi sebagian wilayah di Kota Makassar dan sekitarnya setelah hujan mengguyur selama seharian, Sabtu (19/12/2020). ANTARA/HO/
Makassar (ANTARA) - Sebanyak 80 jiwa dari 18 kepala keluarga (KK) di Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Makassar, mengungsi ke Masjid Makka setelah rumah mereka terendam banjir akibat hujan yang mengguyur seharian dengan intensitas cukup tinggi.
Kordinator pengungsi Hajrah yang dikonfirmasi Sabtu, mengatakan, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi itu membuat warga setempat sebagian mengungsi ke tempat yang cukup tinggi.
"Karena airnya sudah semakin tinggi, warga yang rumahnya terendam banjir kemudian mengungsi ke masjid sambil menunggu air surut kembali," ujarnya.
Ia mengatakan, curah hujan yang cukup intens selama beberapa hari ini membuat pemukiman Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala itu tidak mampu mengalirkan air ke saluran drainase sehingga terjadi banjir.
Hajrah menerangkan, setelah warga mengungsi ke Masjid Al Makka, sebagian warga membutuhkan bantuan baik itu obat-obatan maupun makanan karena saat mengungsi hanya membawa diri masing-masing saja.
Kebutuhan mendesak kata dia, adalah minyak gosok untuk menghangatkan tubuh karena kebanyakan kedinginan setelah banjir tersebut.
"Yang mengungsi 18 KK dan 80 jiwa saja. Kalau ada yang bisa membawakan bantuan, bawalah yang mendesak seperti makanan dan obat-obatan," katanya.
Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami mengatakan sesuai dengan prakiraan hujan lebat disertai dengan petir dan angin kencang merupakan hal lumrah terjadi jelang berakhirnya masa penghujan.
"Hujan yang terjadi pada awal musim kemarau lumrah terjadi. Masuk kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, tapi yang jadi indikator adalah jumlah curah hujannya tiap dasarian," ujarnya.
Kordinator pengungsi Hajrah yang dikonfirmasi Sabtu, mengatakan, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi itu membuat warga setempat sebagian mengungsi ke tempat yang cukup tinggi.
"Karena airnya sudah semakin tinggi, warga yang rumahnya terendam banjir kemudian mengungsi ke masjid sambil menunggu air surut kembali," ujarnya.
Ia mengatakan, curah hujan yang cukup intens selama beberapa hari ini membuat pemukiman Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala itu tidak mampu mengalirkan air ke saluran drainase sehingga terjadi banjir.
Hajrah menerangkan, setelah warga mengungsi ke Masjid Al Makka, sebagian warga membutuhkan bantuan baik itu obat-obatan maupun makanan karena saat mengungsi hanya membawa diri masing-masing saja.
Kebutuhan mendesak kata dia, adalah minyak gosok untuk menghangatkan tubuh karena kebanyakan kedinginan setelah banjir tersebut.
"Yang mengungsi 18 KK dan 80 jiwa saja. Kalau ada yang bisa membawakan bantuan, bawalah yang mendesak seperti makanan dan obat-obatan," katanya.
Sementara itu, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami mengatakan sesuai dengan prakiraan hujan lebat disertai dengan petir dan angin kencang merupakan hal lumrah terjadi jelang berakhirnya masa penghujan.
"Hujan yang terjadi pada awal musim kemarau lumrah terjadi. Masuk kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali, tapi yang jadi indikator adalah jumlah curah hujannya tiap dasarian," ujarnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HLN ke-80, Insan PLN UID Sulselrabar bantu penyambungan listrik gratis bagi 448 rumah
21 October 2025 20:49 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Ratusan mahasiswa hukum se-Indonesia ikuti kompetisi peradilan semu di Makassar
09 February 2026 18:26 WIB