Warga Selayar Kekurangan Sembako dan BBM
Rabu, 19 Januari 2011 12:04 WIB
Makassar (ANTARA News) - Warga di Kabupaten Selayar Kepulauan kekurangan pasokan sembako dan bahan bakar minyak akibat minimnya kapal yang sandar ke Pulau Selayar, karena cuaca buruk.
"Dalam sepekan terakhir, warga kesulitan mendapatkan sembako dan BBM, karena kapal yang membawa pasokan bahan pokok dan BBM masih tertahan di pelabuhan Tanjung Bira Bulukumba akibat gelombang laut tinggi," kata warga di Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, Sulsel Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu.
Dia mengatakan, aktivitas pasar di kota Benteng Selayar sangat sepi, karena pedagang tidak mendapatkan pasokan sembako dari Kota Makassar dan sekitarnya.
Begitu pula untuk mendapatkan BBM berupa minyak tanah atau gas elpiji, lanjut dia, sangat sulit diperoleh di toko atau pasar.
"Kalaupun ada stok yang masih dijual di toko atau warung, harganya hampir dua kali lipat, misalnya minyak tanah Rp8.500 per liter kini harus ditebus Rp12.000 per liter," katanya.
Sementara itu, truk yang membawa sembako maupun bis penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Selayar di Kabupaten Bulukumba, Sulsel masih antre menunggu giliran diangkut kapal Ferry.
Menurut supir Bus Surya Litha Armin, biasanya dalam kondisi normal kapal ferry bisa dua kali sehari mengangkut barang dan penumpang, namun dalam sepekan terakhir, hanya satu kali saja.
"Itupun, harus menunggu kondisi cuaca baik dulu, karena gelombang bisa mencapai tiga meter. Akibatnya, semua harus sabar menunggu giliran untuk diseberangkan ke Selayar," katanya.
(T.S036/S016)
"Dalam sepekan terakhir, warga kesulitan mendapatkan sembako dan BBM, karena kapal yang membawa pasokan bahan pokok dan BBM masih tertahan di pelabuhan Tanjung Bira Bulukumba akibat gelombang laut tinggi," kata warga di Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, Sulsel Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu.
Dia mengatakan, aktivitas pasar di kota Benteng Selayar sangat sepi, karena pedagang tidak mendapatkan pasokan sembako dari Kota Makassar dan sekitarnya.
Begitu pula untuk mendapatkan BBM berupa minyak tanah atau gas elpiji, lanjut dia, sangat sulit diperoleh di toko atau pasar.
"Kalaupun ada stok yang masih dijual di toko atau warung, harganya hampir dua kali lipat, misalnya minyak tanah Rp8.500 per liter kini harus ditebus Rp12.000 per liter," katanya.
Sementara itu, truk yang membawa sembako maupun bis penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Selayar di Kabupaten Bulukumba, Sulsel masih antre menunggu giliran diangkut kapal Ferry.
Menurut supir Bus Surya Litha Armin, biasanya dalam kondisi normal kapal ferry bisa dua kali sehari mengangkut barang dan penumpang, namun dalam sepekan terakhir, hanya satu kali saja.
"Itupun, harus menunggu kondisi cuaca baik dulu, karena gelombang bisa mencapai tiga meter. Akibatnya, semua harus sabar menunggu giliran untuk diseberangkan ke Selayar," katanya.
(T.S036/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Pesawat Batik Air tujuan Lubuklinggau putar balik ke Soetta akibat cuaca buruk
29 June 2025 15:35 WIB, 2025
Enam penerbangan tujuan Manado dialihkan ke Gorontalo akibat cuaca buruk
23 March 2025 14:00 WIB, 2025
BBMKG : Siklon Tropis Sean berdampak hujan sedang hingga lebat di Bali
20 January 2025 11:33 WIB, 2025
BMKG prakirakan seluruh kota besar di Indonesia diguyur hujan pada Selasa
14 January 2025 7:43 WIB, 2025
Cuaca buruk empat pesawat gagal mendarat di Bandara Ternate, termasuk dari Makassar
15 December 2024 18:48 WIB, 2024
BMKG mengingatkan potensi curah hujan ekstrem saat mudik Natal-Tahun Baru
04 December 2024 14:20 WIB, 2024
ASDP tutup sementara tiga rute penyeberangan dari Kupang karena cuaca buruk
04 July 2024 12:44 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kemarau panjang, Gubernur Sulsel bersama ribuan warga shalat minta hujan
08 September 2026 17:32 WIB