Bertolak ke Papua Barat, Billy Mambrasar matangkan program "Petani Milenial"
Selasa, 2 Februari 2021 22:50 WIB
Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Billy Mambrasar, melakukan penanaman padi di Kabupaten Merauke, Papua, Selasa (17-11-2020). ANTARA/HO-Tim SKP Billy Mambrasar
Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, bertolak ke Manokwari, Papua Barat, Selasa malam, untuk kunjungan kerja selama 4 hari, 3—6 Februari 2021, sekaligus mematangkan program Petani Milenial Indonesia.
"Saya mendapat tugas dari Presiden Jokowi, antara lain untuk berbicara dengan anak-anak muda tentang kewirausahaan, entrepreneurship," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Selama di Manokwari, Billy akan bertemu dengan pejabat Provinsi Papua Barat untuk merumuskan program Petani Milenial Indonesia.
"Ini program dirancang untuk kaum milenial. Mereka diprovokasi untuk menggeluti pertanian," ujar pemilik nama lengkap Gracia Josaphat Jobel Mambrasar itu.
Dalam kunjungannya itu, Billy juga akan menghadiri perayaan 166 tahun masuknya Injil ke Papua.
Berikutnya, Billy juga akan bertemu dengan para entrepreneur muda Papua.
"Selain itu, saya juga akan melatih pemuda pemudi Gereja Kristen Indonesia bagaimana menjadi entrepreneur," kata pria 33 tahun itu.
Billy Mambrasar ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjadi staf khususnya pada tanggal 21 Desember 2019.
Ketika itu, Billy yang menempuh pendidikan di Universitas Oxford Inggris itu baru berusia 31 tahun.
Billy adalah Pendiri Yayasan Kitong Bisa, yang fokus mengurusi pendidikan anak-anak di Papua. Yayasan itu didirikannya pada tahun 2009.
Melalui Yayasan Kitong Bisa, Billy memberi akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, khususnya di Papua dan Papua Barat.
"Saya mendapat tugas dari Presiden Jokowi, antara lain untuk berbicara dengan anak-anak muda tentang kewirausahaan, entrepreneurship," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Selama di Manokwari, Billy akan bertemu dengan pejabat Provinsi Papua Barat untuk merumuskan program Petani Milenial Indonesia.
"Ini program dirancang untuk kaum milenial. Mereka diprovokasi untuk menggeluti pertanian," ujar pemilik nama lengkap Gracia Josaphat Jobel Mambrasar itu.
Dalam kunjungannya itu, Billy juga akan menghadiri perayaan 166 tahun masuknya Injil ke Papua.
Berikutnya, Billy juga akan bertemu dengan para entrepreneur muda Papua.
"Selain itu, saya juga akan melatih pemuda pemudi Gereja Kristen Indonesia bagaimana menjadi entrepreneur," kata pria 33 tahun itu.
Billy Mambrasar ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjadi staf khususnya pada tanggal 21 Desember 2019.
Ketika itu, Billy yang menempuh pendidikan di Universitas Oxford Inggris itu baru berusia 31 tahun.
Billy adalah Pendiri Yayasan Kitong Bisa, yang fokus mengurusi pendidikan anak-anak di Papua. Yayasan itu didirikannya pada tahun 2009.
Melalui Yayasan Kitong Bisa, Billy memberi akses pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, khususnya di Papua dan Papua Barat.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga 2 Indonesia - Gol tunggal Mambrasar antar Persiba atasi PSBS Biak
12 November 2021 5:28 WIB, 2021
Stafsus Presiden ungkap aksi spontan Jokowi di Papua yang tidak terekam kamera
11 October 2021 16:07 WIB, 2021
Stafsus milenial Presiden Jokowi ingin kerja maksimal dan tak cuma asal viral
30 November 2019 19:47 WIB, 2019
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB