Logo Header Antaranews Makassar

Danantara siapkan anggaran Rp20 triliun untuk biayai peternak ayam

Selasa, 18 November 2025 12:32 WIB
Image Print
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengisi Talkshow bertajuk Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui Makan Bergizi Gratis di Antara Heritage Center (AHC), Pasar Baru, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Talkshow yang menghadirkan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan tersebut untuk mendiskusikan peningkatan kualitas program makan bergizi gratis di Indonesia. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa anggaran Rp20 triliun yang disiapkan oleh BPI Danantara untuk membiayai para peternak ayam di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi, anggaran sebesar Rp20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri," kata Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan proyek tersebut dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hulu dan peternakan kecil di hilir, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur dan ayam.

Menurut Nanik, Danantara akan membiayai para peternak ayam petelur dan pedaging untuk memastikan agar kebutuhan telur dan daging ayam untuk program MBG bisa terpenuhi. Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya lonjakan harga yang menyebabkan inflasi.

Saat ini, Danantara tengah mengkaji rencana ini secara mendalam, sebelum memutuskan pelaksanaan proyek.

Menurut Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, infrastruktur, lokasi, dan jadwal pembangunan masih dalam tahap kajian.

Sebelumnya, BPI Danantara mendukung pembangunan peternakan ayam nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan protein hewani untuk Program MBG.

Dony Oskaria menjelaskan skema pembangunan peternakan tersebut tengah dikaji secara menyeluruh dan akan diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dari kementerian terkait.

"Ini kan terutama sekali untuk ketahanan pangan, apalagi dengan MBG kita membutuhkan banyak protein," kata Dony.

Menurutnya, langkah itu merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat melalui peningkatan produksi ayam yang berkelanjutan dan efisien.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026