Persaudaraan Haji akan Bangun Menara Bisnis Syariah
Jumat, 25 Februari 2011 21:08 WIB
Makassar (ANTARA News) - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia berencana membangun menara haji setinggi 33 lantai yang berlokasi di DKI Jakarta, dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar.
Ketua Umum IPHI H. Kurdi Mustafa usai Musyawarah V IPHI Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat, mengatakan, menara tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan bisnis syariah di Indonesia.
"Menara juga akan dijadikan sebagai pusat manasik jamaah haji dan umroh dari perusahaan-perusahaan travel yang ada di indonesia," ujarnya.
Selain itu, untuk menampung jamaah umroh dari daerah yang transit di Jakarta, pihak pengelola juga akan melengkapi fasilitas menara dengan hotel, apartemen, gedung pertemuan serta masjid.
Kurdi menjelaskan, anggaran diperoleh dari hasil penjualan saham kepesertaan pembangunan yang dikelola badan usaha yayasan milik IPHI, PT Artha Haji.
Nilai per lembar saham ditetapkan Rp1 juta yang akan ditawarkan ke para alumni haji di Indonesia yang jumlahnya saat ini sudah mencapai lima juta orang.
"Dengan nilai total pembangunan Rp300 miliar, hitungan kami cukup 300 ribu haji yang berinvestasi seluruh anggaran bisa tertutupi. Saat ini PT Artha Haji sudah mengajukan izin pengumpulan dana usaha itu ke Bapepam," katanya.
Dia menambahkan, yayasan juga membentuk satu badan usaha yang bertanggungjawab pada pembangunan menara yakni PT Menara Haji. Perusahaan tersebut juga melakukan pencarian dana melalui pembiayaan perbankan.
"Bank yang dihubungi Menara Haji sudah setuju membiayai," ujarnya.
Menurut Kurdi, seluruh proses terkait izin dan teknis pembangunan menara sudah akan selesai Maret. Usai "soft-launching" pada bulan itu, pengelola baru memulai penawaran saham.
(T.KR-AAT/F003)
Ketua Umum IPHI H. Kurdi Mustafa usai Musyawarah V IPHI Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat, mengatakan, menara tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan bisnis syariah di Indonesia.
"Menara juga akan dijadikan sebagai pusat manasik jamaah haji dan umroh dari perusahaan-perusahaan travel yang ada di indonesia," ujarnya.
Selain itu, untuk menampung jamaah umroh dari daerah yang transit di Jakarta, pihak pengelola juga akan melengkapi fasilitas menara dengan hotel, apartemen, gedung pertemuan serta masjid.
Kurdi menjelaskan, anggaran diperoleh dari hasil penjualan saham kepesertaan pembangunan yang dikelola badan usaha yayasan milik IPHI, PT Artha Haji.
Nilai per lembar saham ditetapkan Rp1 juta yang akan ditawarkan ke para alumni haji di Indonesia yang jumlahnya saat ini sudah mencapai lima juta orang.
"Dengan nilai total pembangunan Rp300 miliar, hitungan kami cukup 300 ribu haji yang berinvestasi seluruh anggaran bisa tertutupi. Saat ini PT Artha Haji sudah mengajukan izin pengumpulan dana usaha itu ke Bapepam," katanya.
Dia menambahkan, yayasan juga membentuk satu badan usaha yang bertanggungjawab pada pembangunan menara yakni PT Menara Haji. Perusahaan tersebut juga melakukan pencarian dana melalui pembiayaan perbankan.
"Bank yang dihubungi Menara Haji sudah setuju membiayai," ujarnya.
Menurut Kurdi, seluruh proses terkait izin dan teknis pembangunan menara sudah akan selesai Maret. Usai "soft-launching" pada bulan itu, pengelola baru memulai penawaran saham.
(T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda Sulsel menampilkan kriya batu alam dan wastra tenun di INACRAFT
06 February 2026 13:22 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Menko Pangan dukung Pemkot Makassar membangun proyek PSEL di TPA Antang Manggala
06 February 2026 18:26 WIB