Gowa Discovery Park Selesai Desember 2011
Senin, 25 April 2011 3:35 WIB
Denpasar (ANTARA News) - Pembangunan taman wisata Gowa Discovery Park di kawasan Benteng Somba Opu ditargetkan selesai pada Desember 2011, kata investor yang membangun kawasan taman wisata itu, Zaenal Thayeb.
"Kalau bulan depan tidak hujan, berarti Desember sudah bisa beroperasi semuanya, termasuk taman burung. Taman gajah saja yang belum, dan hotelnya. Sekarang pembangunannya baru tiga puluh persen," katanya di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan sejak zonasi ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pihaknya telah memundurkan lokasi pembangunan hingga lebih dari 100 meter.
Terkait kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai pembangunan tersebut akan merusak situs dalam kawasan cagar budaya benteng, ia mengatakan hal tersebut adalah omong kosong.
"Anda bisa lihat bagaimana saya punya barang antik di rumah. Situs saya tidak akan rusak, saya tetap mempertahankan situs, karena itu jualan saya nanti. Jadi kalau ada yang bilang merusak, itu omong kosong. Yang mau adu kita itu sebenarnya orang asing di sana, saya tahu sendiri dia yang masukkan di 'facebook'," katanya.
Proses tender pengelolaan kawasan taman wisata tersebut pun, kata dia telah selesai. Pihaknya juga diminta ikut mengelola seluruh kawasan benteng.
"Malahan sekarang saya disodorkan untuk kelola semuanya tapi memang saya maunya kelola dulu yang ini. Kalau sudah jalan, kita bisa kasih kerja orang, seterusnya gampang. Yang jelas bagaimana kita kasih kerja masyarakat di sana," katanya.
Menurut dia, pada awal proses pembangunan memang sempat diprotes dan sebagainya, namun setelah memperoleh surat dari Dirjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata proses pembangunan dirasakan lebih longgar.
"Disuruh taman burung di dalam, saya kan minta keluar dari situ tapi katanya buat apa kami kasih kalau tidak ada yang jaga rumah-rumah di belakang, sampai sekarang rumah-rumah tiap tahun dibiayai oleh pemerintah. Kalau ada yang membuat sesuatu di dalam termasuk rumah-rumah, kita jaga kebersihannya," tambahnya.
Gowa Discovery Park yang dibangun kawasan wisata budaya Benteng Somba Opu di perbatasan Gowa dan Makassar ini pada rancangan bangunnya terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare, waterboom tiga hektare dan treetop outbond tiga hektare dengan total luas lahan pembangunan 17 hektare. Diperkirakan, biaya yang akan digunakan pada pembangunan tahap pertama taman ini mencapai Rp45 miliar.
Diharapkan, kawasan wisata baru ini menjadi taman wisata bertaraf internasional sebagai kawasan wisata dan konservasi, sumber pendidikan dan pariwisata.(T.KR-RY/M008)
"Kalau bulan depan tidak hujan, berarti Desember sudah bisa beroperasi semuanya, termasuk taman burung. Taman gajah saja yang belum, dan hotelnya. Sekarang pembangunannya baru tiga puluh persen," katanya di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan sejak zonasi ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pihaknya telah memundurkan lokasi pembangunan hingga lebih dari 100 meter.
Terkait kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai pembangunan tersebut akan merusak situs dalam kawasan cagar budaya benteng, ia mengatakan hal tersebut adalah omong kosong.
"Anda bisa lihat bagaimana saya punya barang antik di rumah. Situs saya tidak akan rusak, saya tetap mempertahankan situs, karena itu jualan saya nanti. Jadi kalau ada yang bilang merusak, itu omong kosong. Yang mau adu kita itu sebenarnya orang asing di sana, saya tahu sendiri dia yang masukkan di 'facebook'," katanya.
Proses tender pengelolaan kawasan taman wisata tersebut pun, kata dia telah selesai. Pihaknya juga diminta ikut mengelola seluruh kawasan benteng.
"Malahan sekarang saya disodorkan untuk kelola semuanya tapi memang saya maunya kelola dulu yang ini. Kalau sudah jalan, kita bisa kasih kerja orang, seterusnya gampang. Yang jelas bagaimana kita kasih kerja masyarakat di sana," katanya.
Menurut dia, pada awal proses pembangunan memang sempat diprotes dan sebagainya, namun setelah memperoleh surat dari Dirjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata proses pembangunan dirasakan lebih longgar.
"Disuruh taman burung di dalam, saya kan minta keluar dari situ tapi katanya buat apa kami kasih kalau tidak ada yang jaga rumah-rumah di belakang, sampai sekarang rumah-rumah tiap tahun dibiayai oleh pemerintah. Kalau ada yang membuat sesuatu di dalam termasuk rumah-rumah, kita jaga kebersihannya," tambahnya.
Gowa Discovery Park yang dibangun kawasan wisata budaya Benteng Somba Opu di perbatasan Gowa dan Makassar ini pada rancangan bangunnya terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare, waterboom tiga hektare dan treetop outbond tiga hektare dengan total luas lahan pembangunan 17 hektare. Diperkirakan, biaya yang akan digunakan pada pembangunan tahap pertama taman ini mencapai Rp45 miliar.
Diharapkan, kawasan wisata baru ini menjadi taman wisata bertaraf internasional sebagai kawasan wisata dan konservasi, sumber pendidikan dan pariwisata.(T.KR-RY/M008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kerusuhan hingga peternakan lebah, film Internasional di Oscar pada 2020
14 January 2020 8:50 WIB, 2020
Unismuh dan Litbang Kemenag luncurkan buku cerita berbahasa Bugis-Makassar
17 December 2019 14:01 WIB, 2019
Ratusan karya fotografer dibedah di "Kampoeng Fotografi 2019" Unhas
12 December 2019 20:17 WIB, 2019
Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati Hari Pahlawan
06 December 2019 19:47 WIB, 2019