
Pengoperasian Gowa Discovery Park Ditunda Lagi

Makassar (ANTARA News) - Pengoperasian taman wisata Gowa Discovery Park (GDP) untuk ketiga kalinya kembali ditunda karena alasan teknis.
"GDP belum beroperasi sekarang karena masih dalam tahap penyelesaian akhir. Saya pikir persoalan teknis saja," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Julian Batara Saleh di Makassar, Kamis.
Ia menyebut kemungkinan, taman wisata yang prosesnya pembangunan dilakukan sejak awal 2011 tersebut akan diresmikan dalam waktu dekat bersamaan dengan peresmian hasil revitalisasi tahap pertama Benteng Rotterdam Makassar.
"Tidak lama lagi kan kita resmikan bersamaan dengan taman Benteng Rotterdam. Kemungkinan tanggal 17 Mei, kalau tidak salah. Saya tidak hapal tanggalnya," katanya.
Sementara mengenai tertundanya peresmian revitalisasi Benteng Rotterdam, menurut dia, dilakukan karena menyesuaikan dengan jadwal menteri.
"Bukan persoalan harus dihadiri seorang menteri tetapi kita kan mau lihat ini ikon Sulsel, jadi gaungnya biar lebih bagus, begitu pula sekalian aspek promosinya," kata Saleh.
Taman wisata GDP yang terletak berdekatan dengan kawasan wisata budaya Benteng Somba Opu di perbatasan Gowa dan Makassar ini pernah ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2012, namun kemudian diundur menjadi Maret 2012.
Soal Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah dengan investor pengembang taman wisata tersebut, ia mengatakan penyusunannya telah rampung. Namun, ia belum mau menyebutkan nilai bagi hasil yang telah disepakati.
"PKS sudah rampung, tidak dilakukan operasional kalau PKS belum rampung. Ditandatangani sebelum peresmian, harus tidak boleh main todong-todong. Sebelum diresmikan harus selesai," jelasnya.
Menurut dia, secara subtansi para pihak dalam PKS tersebut telah setuju tinggal ditandatangani. "Secara subtansi semua sudah sepakat dan itu tidak merugikan pihak pemerintah. Nanti dibuka ke publik, saya kalau bicara terlalu teknis nanti keliru." katanya.
Nilai bagi hasil, menurut dia sudah tercantum dalam PKS, termasuk penempatan perwakilan pemerintah. Namun, masih ada desain-desain struktur pembagian didalamnya.
"Pertanyaannya jangan berapa prosentasenya (kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah) bagaimana kontribusi nanti terhadap aspek yang lain karena itu menyangkut kesempatan kerja, diperkirakan mencapai 500 orang, itu luar biasa kalau cuma dibandingkan dengan PAD," jelasnya. (KR-RY/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
