Logo Header Antaranews Makassar

Waspada modus penipuan digital catut nama Wagub Sulsel

Jumat, 8 Mei 2026 16:22 WIB
Image Print
Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang mencatut nama Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Fatmawati Rusdi, melalui aplikasi WhatsApp dan platform digital lainnya.

Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Sulsel Muhammad Salim Basmin ddi Makassar, Jumat, mengatakan modus tersebut dilakukan dengan menggunakan akun WhatsApp yang memasang foto profil Wakil Gubernur Sulsel.

"Serta menyebarkan flyer bertuliskan Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman, dengan tagar #Danabantuan2026 yang digunakan untuk meyakinkan calon korban," ujarnya.

Salim menjelaskan pelaku juga mengirimkan pesan berisi tawaran dana bantuan sebesar Rp50 juta dan meminta korban mengisi data pribadi, mulai dari nama, alamat, nomor rekening, hingga identitas bank.

Selain itu, yang bersangkutan juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat rekaman suara yang dimiripkan dengan suara Wakil Gubernur Sulsel Fatwati Rusdi guna meyakinkan calon korban.

Menurut Salim, modus penipuan berbasis AI belakangan menjadi perhatian karena mampu meniru suara maupun identitas visual tokoh tertentu secara meyakinkan.

“Ini merupakan hal yang tidak bisa ditolerir karena mencatut nama orang, apalagi seorang pejabat atau figur berpengaruh, yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan penipuan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pelaku memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk WhatsApp dan media sosial, dengan menggunakan identitas pejabat untuk berkomunikasi dan membangun kepercayaan palsu kepada calon korban.

Oleh karena itu, Pemprov Sulsel meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap pesan, panggilan telepon, ataupun voice note, yang mengatasnamakan pejabat pemerintah dan menawarkan bantuan atau meminta data pribadi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menggubris jika ada pihak yang mengatasnamakan pejabat Pemprov Sulsel dan meminta sesuatu yang mencurigakan. Segera laporkan kepada pihak berwajib,” kata Salim.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga mengingatkan masyarakat agar tidak membagikan data pribadi maupun informasi rekening kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.

Pemprov Sulsel menegaskan seluruh komunikasi resmi pemerintah dilakukan melalui kanal resmi yang dapat diverifikasi, serta tidak pernah meminta data pribadi maupun transfer dana melalui akun WhatsApp pribadi pejabat.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026