IOC: Kasus pin Mao Zedong atlet China sudah selesai
Sabtu, 7 Agustus 2021 19:06 WIB
Pin bergambar pemimpin China Mao Zedon terlihat dipakai oleh atlet China peraih medali emas balap sepeda beregu putri. (ANTARA/Reuters/Matthew Childs)
Tokyo (ANTARA) - Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mengeluarkan peringatan kepada dua atlet balap sepeda China peraih medali emas yang memakai pin bergambar kepala Mao Zedong di podium Olimpiade Tokyo.
IOC pada Sabtu mengatakan aksi kedua atlet melanggar aturan yang melarang gestur bersifat politis di ajang olahraga sedunia itu.
Kasus tersebut dinyatakan selesai, kata IOC, yang mengaku sudah menerima klarifikasi dari Komite Olimpiade China.
"Kami telah menerima klarifikasi dan sang atlet sudah diperingatkan," kata Christian Klaue, Direktur Komunikasi Korporat dan Urusan Masyarakat IOC, kepada wartawan.
"Kami juga sudah mendapat jaminan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi dan dengan demikian IOC memutuskan kasusnya ditutup."
Pebalap sepeda Bao Shanju dan Zhong Tianshi memakai pin itu dalam penyerahan medali Senin lalu dan melanggar Aturan 50 piagam Olimpiade yang melarang atribut politik dipakai di podium.
Pin atau lencana berkepala mendiang pemimpin China, Mao Zedong, sudah dikenakan di negara itu selama setengah abad dan sering dijadikan penanda keanggotaan Partai Komunis.
Kedua atlet memakai pin itu di podium setelah menjuarai balap sepeda nomor sprint beregu putri di Izu Velodrome.
Sumber: Reuters
IOC pada Sabtu mengatakan aksi kedua atlet melanggar aturan yang melarang gestur bersifat politis di ajang olahraga sedunia itu.
Kasus tersebut dinyatakan selesai, kata IOC, yang mengaku sudah menerima klarifikasi dari Komite Olimpiade China.
"Kami telah menerima klarifikasi dan sang atlet sudah diperingatkan," kata Christian Klaue, Direktur Komunikasi Korporat dan Urusan Masyarakat IOC, kepada wartawan.
"Kami juga sudah mendapat jaminan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi dan dengan demikian IOC memutuskan kasusnya ditutup."
Pebalap sepeda Bao Shanju dan Zhong Tianshi memakai pin itu dalam penyerahan medali Senin lalu dan melanggar Aturan 50 piagam Olimpiade yang melarang atribut politik dipakai di podium.
Pin atau lencana berkepala mendiang pemimpin China, Mao Zedong, sudah dikenakan di negara itu selama setengah abad dan sering dijadikan penanda keanggotaan Partai Komunis.
Kedua atlet memakai pin itu di podium setelah menjuarai balap sepeda nomor sprint beregu putri di Izu Velodrome.
Sumber: Reuters
Pewarta : Anton Santoso
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menpora: Atletik Indonesia harus bisa bersaing di turnamen Olimpiade
07 December 2024 17:09 WIB, 2024
Prestasi pada PON sebaiknya berkesinambungan dengan prestasi internasional
12 September 2024 14:23 WIB, 2024
Veddriq ingin menggunakan bonus medali emas untuk berangkatkan haji orang tuanya
15 August 2024 12:51 WIB, 2024
Menpora: Bonus atlet berprestasi di Olimpiade Paris meningkat signifikan dibanding Olimpiade Tokyo
15 August 2024 12:35 WIB, 2024
Presiden Jokowi menyerahkan bonus Rp6 Miliar untuk atlet peraih emas Olimpiade
15 August 2024 12:25 WIB, 2024
Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Veddriq kaget disambut keluarga saat tiba di Indonesia
14 August 2024 8:05 WIB, 2024