Makassar (ANTARA News) - PDAM Makassar mengindikasikan potensi kehilangan pendapatan dari sambungan langsung atau jaringan ilegal berkisar Rp3 miliar per tahunnya.

"Indikasi awal kehilangan potensi pendapatan PDAM Makassar dari sambungan langsung atau jaringan ilegal berkisar Rp3 miliar per tahunnya," ujar Direktur Keuangan PDAM Makassar Asdar Ali di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, data itu diambil setelah PDAM mengidentifikasi dan mencermati beberapa titik yang rawan pencurian air, manipulasi penggunaan air dan pengrusakan meteran.

PDAM Makassar tengah merampungkan sejumlah investigiasi yang mengarah pada sejumlah oknum pelanggar sehingga menyebabkan pendapatan PDAM hilang.

Asumsi awal PDAM Makassar mencatat kehilangan potensi pendapatan itu berkisar Rp1 hingga Rp3 miliar pertahun dimana penunggak tersebut berasal dari warga.

Hanya saja, belum ada bukti yang dapat memperkuat asumsi kehilangan potensi dari sejumlah pengusaha yang diketahui memanipulasi data penggunaan.

Sejauh ini ada tiga pengusaha yang melakukan kecurangan terhadap penggunaan air PDAM yakni rumah makan ko ang, Pizza Hut dan Astra Daihatsu.

Total kerugian yang tercatat dari ketiga usaha ini berkisar Rp400 juta sementara untuk jenis usaha lainnya tim investigasi tengah dalam tahap penyelidikan dan dalam waktu dekat akan diumumkan nama dan perusahaan penunggak iuran PDAM.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Makassar Hamsah Ahmad menuturkan, pengusaha yang kedapatan mencuri air atau memanipulasi data penggunaannya akan dilaporkan ke polisi.

"Semua pelanggan baik perorangan atau instansiyang berusaha atau telah melakukan manipulasi data atau mencuri air adalah pelanggaran pidana dan itu akan dilaporkan ke polisi," tegasnya. (T.KR-MH/B012)