BPBD Polewali Mandar serahkan 375 APD untuk bidan desa
Jumat, 3 September 2021 20:47 WIB
Penyerahan secara simbolis alat pelindung diri (APD) kepada salah seorang perwakilan bidan di Kabupaten Polewali Mandar. (ANTARA/HO/Diskominfo Polewali Mandar)
Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, menyerahkan 375 set alat pelindung diri (APD) dan 250 unit alat tes cepat antigen kepada Dinas Kesehatan setempat yang kemudian disalurkan ke seluruh bidan desa yang ada di daerah itu.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Polewali Mandar Andi Afandi Rahman, pada Jumat, mengatakan risiko penularan COVID-19 kepada para bidan sangat tinggi karena berdasarkan data sebanyak 50 persen ibu hamil terpapar COVID-19.
Sehingga, lanjut Andi Afandi Rahman, dengan pemberian APD dan alat tes cepat antigen tersebut dapat meringankan beban para bidan desa serta sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi COVID-19 di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
"Kami dari BPBD mendapatkan bantuan tersebut kemudian didistribusikan langsung kepada Dinas Kesehatan, karena mereka (tenaga kesehatan) yang terdepan dalam penanganan COVID19. Jadi, Inshaa Allah, semua bidan desa di Polewali Mandar akan mendapatkan APD tersebut," ujarnya.
"Secara teknis, Dinas Kesehatan yang akan mengatur pembagiannya secara internal, karena berdasarkan data, terdapat 168 bidan desa yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan APD yang diberikan saat ini sebanyak 375 set," jelas Andi Afandi Rahman.
Sementara, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Mudra menyampaikan terima kasih kepada BPBD setempat yang telah mendistribusikan bantuan APD dan alat tes cepat antigen untuk tenaga kesehatan di daerah itu, termasuk APD untuk bidan desa.
"Kita ketahui bahwa Ibu hamil rentan terhadap COVID-19, sehingga bantuan ini sebagai salah satu upaya bagaimana para bidan saat membantu persalinan telah menggunakan APD sehingga dapat meminimalisir penyebaran COVID-19," kata Mudra.
Ia menyampaikan bahwa terdapat 168 bidan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar sehingga dari bantuan tersebut, setiap bidan akan mendapatkan masing-masing dua set APD.
"Bantuan dari BPBD sangat bermanfaat bagi bidan-bidan kita. Mudah-mudahan nanti ke depan bukan hanya ini, tapi masih ada yang lain, karena yang saat ini hanya terbagi dua APD per bidan," kata Mudra.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Polewali Mandar Andi Afandi Rahman, pada Jumat, mengatakan risiko penularan COVID-19 kepada para bidan sangat tinggi karena berdasarkan data sebanyak 50 persen ibu hamil terpapar COVID-19.
Sehingga, lanjut Andi Afandi Rahman, dengan pemberian APD dan alat tes cepat antigen tersebut dapat meringankan beban para bidan desa serta sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi COVID-19 di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.
"Kami dari BPBD mendapatkan bantuan tersebut kemudian didistribusikan langsung kepada Dinas Kesehatan, karena mereka (tenaga kesehatan) yang terdepan dalam penanganan COVID19. Jadi, Inshaa Allah, semua bidan desa di Polewali Mandar akan mendapatkan APD tersebut," ujarnya.
"Secara teknis, Dinas Kesehatan yang akan mengatur pembagiannya secara internal, karena berdasarkan data, terdapat 168 bidan desa yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan APD yang diberikan saat ini sebanyak 375 set," jelas Andi Afandi Rahman.
Sementara, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Mudra menyampaikan terima kasih kepada BPBD setempat yang telah mendistribusikan bantuan APD dan alat tes cepat antigen untuk tenaga kesehatan di daerah itu, termasuk APD untuk bidan desa.
"Kita ketahui bahwa Ibu hamil rentan terhadap COVID-19, sehingga bantuan ini sebagai salah satu upaya bagaimana para bidan saat membantu persalinan telah menggunakan APD sehingga dapat meminimalisir penyebaran COVID-19," kata Mudra.
Ia menyampaikan bahwa terdapat 168 bidan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar sehingga dari bantuan tersebut, setiap bidan akan mendapatkan masing-masing dua set APD.
"Bantuan dari BPBD sangat bermanfaat bagi bidan-bidan kita. Mudah-mudahan nanti ke depan bukan hanya ini, tapi masih ada yang lain, karena yang saat ini hanya terbagi dua APD per bidan," kata Mudra.
Pewarta : Amirullah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinas LHK : Hutan mangrove Sulsel seluas 12.278 hatersebar di 18 wilayah
12 July 2024 9:28 WIB, 2024
Presiden Jokowi minta Mendagri kembali ingatkan kepala daerah soal prokes
30 November 2020 10:49 WIB, 2020
Gojek pasang sekat pelindung di 1.000 armada GoCar ketika pemberlakuan normal baru
29 May 2020 15:32 WIB, 2020
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB
Diskominfo Makassar bahas penguatan digitalisasi layanan publik lewat FPD
04 February 2026 10:17 WIB