Sektor manufaktur jadi salah satu penentu perbaikan persutraan di Sulsel
Selasa, 28 September 2021 4:48 WIB
Tangkapan layar ilustrasi aktivitas penenun yang masih bertahan dalam kondisi keterbatasan bahan baku di lapangan. ANTARA / HO/ BaKTI
Makassar (ANTARA) - Tim Pelaksana Kajian Rantai Nilai Sutra Sulawesi Selatan Rantai Nilai Sutra Sulawesi, Andi Sappoto mengatakan, sektor manufaktur menjadi salah satu penentu perbaikan persutraan di Sulsel.
Hal itu dikemukakan Andi Sappoto melansir hasil kajian usaha kerajinan sutra Sulsel dari Tim Pelaksana Kajian Rantai Nilai Sutra Sulawesi Selatan bersama Tim Peneliti Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Knowledge Sector Initiative (KSI) kerja sama pemerintah Australia-Indonesia, Yayasan BaKTI dan Payo-payo di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, untuk mengembalikan kejayaan sutra Sulsel perbaikan sektor manufaktur sangat mendukung. Hal itu dimulai dari peningkatan mutu dan kuantitas produksi benang sutra lokal.
Melalui perbaikan produksi dan mutu benang sutra lokal dinilai akan membatasi ketergantungan terhadap impor, membuka lapangan usaha baru, memoderasi kenaikan harga benang impor, dan memudahkan akses terhadap benang lokal bermutu, sehingga menyokong perbaikan pendapatan penenun marginal.
"Untuk itu, diperlukan perbaikan kelembagaan pengelola mesin pintal bantuan," kata Andi Sappoto.
Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Perindustrian Kabupaten Wajo dan Soppeng telah penerima alat bantuan tenun dari hasil kerja sama kedua negara untuk diteruskan pada kelompok sasaran.
Selain itu, diperlukan pengorganisasian petani mitra. Upaya ini dapat dilakukan lewat kolaborasi dengan kelompok-kelompok petani terorganisir sebagai produsen kokon, melalui serangkaian
eksperimen kerja sama dan konsultasi kepada petani untuk menyiapkan skema suplai kokon yang paling menguntungkan bagi petani/pemintal dan paling sesuai dengan operasi mesin.
"Termasuk pengadaan tenaga ahli tekstil yang menangani permasalahan pemintalan," ujarnya.
Sementara Lembaga pengelola pemintalan menyiapkan mekanisme dan model pengelolaan alat pintal full automatic yang akan memastikan kestabilan pasokan kokon dan keuntungan bagi petani /pemintal. Juga membentuk lembaga pengelola alat pintal bantuan.
Hal itu dikemukakan Andi Sappoto melansir hasil kajian usaha kerajinan sutra Sulsel dari Tim Pelaksana Kajian Rantai Nilai Sutra Sulawesi Selatan bersama Tim Peneliti Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Knowledge Sector Initiative (KSI) kerja sama pemerintah Australia-Indonesia, Yayasan BaKTI dan Payo-payo di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, untuk mengembalikan kejayaan sutra Sulsel perbaikan sektor manufaktur sangat mendukung. Hal itu dimulai dari peningkatan mutu dan kuantitas produksi benang sutra lokal.
Melalui perbaikan produksi dan mutu benang sutra lokal dinilai akan membatasi ketergantungan terhadap impor, membuka lapangan usaha baru, memoderasi kenaikan harga benang impor, dan memudahkan akses terhadap benang lokal bermutu, sehingga menyokong perbaikan pendapatan penenun marginal.
"Untuk itu, diperlukan perbaikan kelembagaan pengelola mesin pintal bantuan," kata Andi Sappoto.
Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Perindustrian Kabupaten Wajo dan Soppeng telah penerima alat bantuan tenun dari hasil kerja sama kedua negara untuk diteruskan pada kelompok sasaran.
Selain itu, diperlukan pengorganisasian petani mitra. Upaya ini dapat dilakukan lewat kolaborasi dengan kelompok-kelompok petani terorganisir sebagai produsen kokon, melalui serangkaian
eksperimen kerja sama dan konsultasi kepada petani untuk menyiapkan skema suplai kokon yang paling menguntungkan bagi petani/pemintal dan paling sesuai dengan operasi mesin.
"Termasuk pengadaan tenaga ahli tekstil yang menangani permasalahan pemintalan," ujarnya.
Sementara Lembaga pengelola pemintalan menyiapkan mekanisme dan model pengelolaan alat pintal full automatic yang akan memastikan kestabilan pasokan kokon dan keuntungan bagi petani /pemintal. Juga membentuk lembaga pengelola alat pintal bantuan.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dua prodi Politeknik ATI Makassar raih akreditasi unggul dari LAM Teknik
21 December 2023 14:22 WIB, 2023
Kementerian Investasi menawarkan 22 proyek prioritas Rp37,32 triliun
16 December 2022 15:12 WIB, 2022
Menko Perekonomian minta perbankan berikan bunga spesial untuk eksportir
02 December 2022 12:28 WIB, 2022
Kemenkeu tegaskan kinerja industri tekstil menguat meski mencuat isu PHK
05 November 2022 9:14 WIB, 2022
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Komunitas pemuda Makassar buat aplikasi "Bisachat AI" tingkatkan penjualan UMKM
24 April 2026 5:22 WIB