Logo Header Antaranews Makassar

BI Sulsel dampingi 517 UMKM lewat Program REWAKO 2026

Selasa, 28 April 2026 15:15 WIB
Image Print
Suasana peluncuran Program REWAKO 2027 yang digagas BI Sulsel dan menyasar UMKM dan pesantren di wilayah Makassar dan sekitarnya, Sulsel. ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendampingi sebanyak 517 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable (REWAKO) tahun 2026.

"Sejak 2022 program ini telah dijalankan dan kini kembali dilanjutkan pada 2026 untuk mendorong pelaku usaha dan pesantren naik kelas," kata Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda dalam keterangan persnya di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan dimulainya program UMKM dan Pesantren REWAKO 2026 menandai penguatan ekonomi berkelanjutan dan pengembangan UMKM secara end-to-end, mulai dari seleksi, kurasi, pelatihan, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi.

Menurut Rizki, program REWAKO terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha agar lebih kompetitif di pasar domestik maupun global.

Pada tahun 2026, masing-masing kategori UMKM REWAKO, yakni umum, petani, dan ekspor, diikuti oleh 75 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, jumlah UMKM binaan dan mitra BI Sulsel sejak program itu berjalan telah mencapai 517 unit usaha.

Selain itu, program Pesantren REWAKO diikuti oleh 30 pesantren sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah dan kemandirian pesantren, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

BI Sulsel juga memperkuat akses pasar melalui sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri, serta mendorong keterhubungan UMKM dengan ritel modern agar dapat masuk ke rantai pasok domestik yang lebih luas.

Bersamaan dengan pelaksanaan program tersebut, lanjut Riski, BI Sulsel turut menginisiasi program Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti 30 UMKM guna mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.

Ke depan, BI Sulsel akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya agar UMKM dan pesantren semakin produktif, mandiri, dan tangguh, serta mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026