PLN UIP Sulawesi percepat pengembangan pembangkit EBT
Jumat, 8 Oktober 2021 23:38 WIB
Suasana peninjauan lokasi PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Oktober 2021. ANTARA/ HO/ Humas PLN UIP
Makassar (ANTARA) - PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi fokus melakukan percepatan pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya di Sulawesi Menengah.
"Saat ini PLN tengah fokus guna mempercepat pembangunan pembangkit EBT untuk memenuhi target sebesar 25 persen yang harus dicapai tahun 2023,” kata Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan ke PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Oktober 2021.
Menurut dia, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru sudah disahkan oleh pemerintah dan sekarang sedang dalam tahapan sosialisasi.
RUPTL yang baru ini disebut Green RUPTL, karena 51,9 persen pembangkit baru merupakan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).
Wiluyo menambahkan, pembangunan PLTA Poso Peaker bermanfaat karena saat ini banyak industri smelter yang masuk ke Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia berharap dengan beroperasinya PLTA Poso Peaker khususnya PLTA Poso Extension Stage 1-2, maka evakuasi daya dapat disalurkan ke industri - industri smelter yang masuk ke Sulteng sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang sudah dilakukan sebelumnya.
PLTA Poso Peaker merupakan pembangkit Independent Power Producer (IPP) yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Poso Energy dan masuk ke dalam pengawasan PLN UIP Sulawesi.
PLTA dengan kapasitas 515 MW ini terbagi atas PLTA Eksisting (3x65MW) yang sudah beroperasi sejak tahun 2012, PLTA Extension Stage-1 (4x30 MW) telah COD pada Februari 2020 dan PLTA Extension Stage-2 (4x50 MW) direncanakan untuk COD pada Desember 2021.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis menjelaskan bahwa PLTA Poso Extension Stage-2 (4x50 MW) telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi pada tanggal 23 September 2021 dan sudah siap untuk beroperasi.
Selain itu pembangunan transmisi juga terus dilakukan agar evakuasi daya dari PLTA Poso Peaker dapat disalurkan dengan optimal.
Sulawesi memiliki potensi pengembangan pembangkit EBT yang besar, untuk itu PLN terus fokus untuk mempercepat pengembangan pembangkit EBT, salah satunya PLTA Poso Peaker guna meningkatkan kapasitas dan keandalan listrik khususnya di Sulteng.
Suasana peninjauan lokasi PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Oktober 2021. ANTARA/ HO/ Humas PLN UIP
"Saat ini PLN tengah fokus guna mempercepat pembangunan pembangkit EBT untuk memenuhi target sebesar 25 persen yang harus dicapai tahun 2023,” kata Direktur Mega Proyek PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan lapangan ke PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Oktober 2021.
Menurut dia, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru sudah disahkan oleh pemerintah dan sekarang sedang dalam tahapan sosialisasi.
RUPTL yang baru ini disebut Green RUPTL, karena 51,9 persen pembangkit baru merupakan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).
Wiluyo menambahkan, pembangunan PLTA Poso Peaker bermanfaat karena saat ini banyak industri smelter yang masuk ke Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah.
Berkaitan dengan hal tersebut, dia berharap dengan beroperasinya PLTA Poso Peaker khususnya PLTA Poso Extension Stage 1-2, maka evakuasi daya dapat disalurkan ke industri - industri smelter yang masuk ke Sulteng sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang sudah dilakukan sebelumnya.
PLTA Poso Peaker merupakan pembangkit Independent Power Producer (IPP) yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Poso Energy dan masuk ke dalam pengawasan PLN UIP Sulawesi.
PLTA dengan kapasitas 515 MW ini terbagi atas PLTA Eksisting (3x65MW) yang sudah beroperasi sejak tahun 2012, PLTA Extension Stage-1 (4x30 MW) telah COD pada Februari 2020 dan PLTA Extension Stage-2 (4x50 MW) direncanakan untuk COD pada Desember 2021.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, Defiar Anis menjelaskan bahwa PLTA Poso Extension Stage-2 (4x50 MW) telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi pada tanggal 23 September 2021 dan sudah siap untuk beroperasi.
Selain itu pembangunan transmisi juga terus dilakukan agar evakuasi daya dari PLTA Poso Peaker dapat disalurkan dengan optimal.
Sulawesi memiliki potensi pengembangan pembangkit EBT yang besar, untuk itu PLN terus fokus untuk mempercepat pengembangan pembangkit EBT, salah satunya PLTA Poso Peaker guna meningkatkan kapasitas dan keandalan listrik khususnya di Sulteng.
Suasana peninjauan lokasi PLTA Poso Peaker yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona, Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah pada awal Oktober 2021. ANTARA/ HO/ Humas PLN UIP
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Pangan dukung Pemkot Makassar membangun proyek PSEL di TPA Antang Manggala
06 February 2026 18:26 WIB
1.396 pelanggan PLN memanfaatkan diskon tambah daya listrik di Sulselrabar
14 January 2026 19:55 WIB
PLN memastikan penyediaan listrik 15 ribu unit huntara di lokasi bencana Sumatera
03 January 2026 22:38 WIB
Pemprov Sulsel salurkan bantuan pasang listrik baru bagi warga daerah terpencil
26 December 2025 12:16 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB