Sri Mulyani optimistis ekonomi Indonesia akhir 2021 bisa tumbuh 4 persen
Rabu, 27 Oktober 2021 12:56 WIB
Tangkapan layar - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA/Youtube Kemenkeu RI/pri.)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi Indonesia pada akhir 2021 bisa tumbuh mencapai kisaran 4 persen atau lebih tinggi dari perkiraan OECD dan IMF.
"Proyeksi kita akhir tahun bisa mencapai 4 persen, lebih tinggi dari IMF yang 3,2 persen dan OECD 3,7 persen," kata Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers KSSK di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan proyeksi dari dua lembaga multilateral itu terlalu rendah karena ekonomi pada triwulan III-2021 bisa tumbuh 4,5 persen, seiring dengan adanya pengendalian kasus COVID-19 secara efektif.
"Proyeksi ini berbasis pada suatu negara bisa mengendalikan COVID-19 terutama Delta Varian, dan kita harapkan terus terjaga hingga akhir tahun dan tahun depan," kata Sri Mulyani.
Ia juga menegaskan pemberian vaksinasi serta pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) bisa menjadi kunci dari normalisasi pemulihan kegiatan ekonomi yang harus terus dijalankan secara optimal.
Selain itu, kata dia, implementasi dari belanja APBN akan menjadi faktor lainnya dalam memulihkan aktivitas perekonomian yang didukung dengan kenaikan harga komoditas seperti CPO dan batu bara yang dapat memberikan tambahan penerimaan.
"Kesemuanya ini akan berujung kepada pemulihan ekonomi dan kemampuan bertahan sektor produksi yang akan semakin baik, termasuk juga terus menjaga stabilitas sistem keuangan," kata Sri Mulyani.
Sebelumnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2021 dalam kondisi normal yang dipicu oleh membaiknya penanganan kasus COVID-19.
Pemulihan aktivitas ekonomi tersebut terlihat dari berbagai indikator yang terekam hingga September 2021 seperti PMI manufaktur yang mulai masuk ke zona ekspansif serta indeks mobilitas penduduk, indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, penjualan semen dan konsumsi listrik yang mulai tumbuh.
Saat ini, realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif hingga triwulan III-2021 tercatat mencapai 3,1 persen, atau mendekati outlook keseluruhan tahun ini yaitu 3,7 persen sampai 4,5 persen.
"Proyeksi kita akhir tahun bisa mencapai 4 persen, lebih tinggi dari IMF yang 3,2 persen dan OECD 3,7 persen," kata Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers KSSK di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan proyeksi dari dua lembaga multilateral itu terlalu rendah karena ekonomi pada triwulan III-2021 bisa tumbuh 4,5 persen, seiring dengan adanya pengendalian kasus COVID-19 secara efektif.
"Proyeksi ini berbasis pada suatu negara bisa mengendalikan COVID-19 terutama Delta Varian, dan kita harapkan terus terjaga hingga akhir tahun dan tahun depan," kata Sri Mulyani.
Ia juga menegaskan pemberian vaksinasi serta pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) bisa menjadi kunci dari normalisasi pemulihan kegiatan ekonomi yang harus terus dijalankan secara optimal.
Selain itu, kata dia, implementasi dari belanja APBN akan menjadi faktor lainnya dalam memulihkan aktivitas perekonomian yang didukung dengan kenaikan harga komoditas seperti CPO dan batu bara yang dapat memberikan tambahan penerimaan.
"Kesemuanya ini akan berujung kepada pemulihan ekonomi dan kemampuan bertahan sektor produksi yang akan semakin baik, termasuk juga terus menjaga stabilitas sistem keuangan," kata Sri Mulyani.
Sebelumnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2021 dalam kondisi normal yang dipicu oleh membaiknya penanganan kasus COVID-19.
Pemulihan aktivitas ekonomi tersebut terlihat dari berbagai indikator yang terekam hingga September 2021 seperti PMI manufaktur yang mulai masuk ke zona ekspansif serta indeks mobilitas penduduk, indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, penjualan semen dan konsumsi listrik yang mulai tumbuh.
Saat ini, realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif hingga triwulan III-2021 tercatat mencapai 3,1 persen, atau mendekati outlook keseluruhan tahun ini yaitu 3,7 persen sampai 4,5 persen.
Pewarta : Satyagraha
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Sri Mulyani meminta maaf dan janji evaluasi perbaikan usai rumah dijarah
01 September 2025 12:01 WIB
Prabowo prihatin anak keluarga kurang mampu harus menulis kecil demi hemat buku
30 July 2025 11:05 WIB
Menkeu Sri Mulyani ajak ekonom Islam tingkatkan peran dalam respon isu aktual
26 June 2025 14:38 WIB
Menkeu Sri Mulyani pastikan posisi RI netral di tengah ketegangan AS-China
24 April 2025 14:14 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kepala BPH Migas: Penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Makassar berjalan tertib
04 June 2026 18:09 WIB