PT IKI pelopori gerakan daur ulang sampah masker
Jumat, 29 Oktober 2021 14:56 WIB
Perwakilan Bank Mandiri Cabang Andalas menyerahkan sampah masker ke PT IKI di Makassar, Jumat,(29/10/2021).ANTARA/Abd Kadir
Makassar (ANTARA) - PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar menjadi pelopor gerakan daur ulang (recycle) sampah masker sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Direktur Utama PT IKI Makassar Diana Rosa di Makassar, Jumat, mengatakan gerakan ini melibatkan Golimbah dan Mall Sampah Indonesia, Bank Mandiri Cabang Andalas, BRI cabang Sungguminasa, Pos Logistik Indonesia, Bank Sulselbar, Pegadaian, Pelindo IV dan KNPI.
"Jadi sampah masker yang kita kumpulkan di beberapa instansi bersama Mall Sampah Indonesia, kemudian dikirimkan ke Golimbah di Bandung untuk dilakukan proses recycle," katanya pada acara pelepasan perdana limbah masker di Kantor IKI Makassar.
Ia menjelaskan, awal dari munculnya gerakan daur ulang sampah masker yakni ketika pihaknya melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di pantai yang masuk wilayah pengelolaan PT IKI Makassar.
Melihat sampah dari masker bekas yang ikut terbawa arus, kemudian dikumpulkan dan mulailah melakukan gerakan recycle sampah masker. Apalagi saat itu juga sudah ada kebiasaan menggunakan masker berlapis sehingga makin banyak limbah masker.
Menurut dia, pengumpulan sampah masker dilakukan selama dua bulan. Buruh waktu lebih lama untuk mengatur dan merencanakan karena merupakan gerakan awal atau perdana yang butuh persiapan.
"Jadi upaya peduli lingkungan PT IKI terhadap sampah plastik tetap berjalan bersama dengan gerakan recycle sampah masker," ujarnya pada kegiatan yang bertepatan dengan peringatan HUT IKI ke-44 tahun ini.
"Gerakan ini tidak sampai disini, kami sengaja publis dan mengajak khususnya BUMN untuk ikut melakukan hal yang sama. Ini (gerakan) baru di di Sulsel dan kit harapkan menjadi kegiatan nasional," lanjut Diana.
Sementara terkait proses daur ulang, kata dia, setelah tiba di Bandung, Jawa Barat, Golimbah selanjutnya akan mendaur ulang menjadi biji plastik dan akan dikembangkan kembali untuk menjadi hal yang lebih berguna.
"Luar biasa bagaimana Golimbah, selama tiga bulan berfikir diolah menjadi apa. Awalnya sempat ingin dijadikan bahan bakar, namun batal dan kemudian menjadi biji plastik. Ini juga terus dikembangkan untuk jadi apa lagi," ujarnya.
Direktur Utama PT IKI Makassar Diana Rosa di Makassar, Jumat, mengatakan gerakan ini melibatkan Golimbah dan Mall Sampah Indonesia, Bank Mandiri Cabang Andalas, BRI cabang Sungguminasa, Pos Logistik Indonesia, Bank Sulselbar, Pegadaian, Pelindo IV dan KNPI.
"Jadi sampah masker yang kita kumpulkan di beberapa instansi bersama Mall Sampah Indonesia, kemudian dikirimkan ke Golimbah di Bandung untuk dilakukan proses recycle," katanya pada acara pelepasan perdana limbah masker di Kantor IKI Makassar.
Ia menjelaskan, awal dari munculnya gerakan daur ulang sampah masker yakni ketika pihaknya melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di pantai yang masuk wilayah pengelolaan PT IKI Makassar.
Melihat sampah dari masker bekas yang ikut terbawa arus, kemudian dikumpulkan dan mulailah melakukan gerakan recycle sampah masker. Apalagi saat itu juga sudah ada kebiasaan menggunakan masker berlapis sehingga makin banyak limbah masker.
Menurut dia, pengumpulan sampah masker dilakukan selama dua bulan. Buruh waktu lebih lama untuk mengatur dan merencanakan karena merupakan gerakan awal atau perdana yang butuh persiapan.
"Jadi upaya peduli lingkungan PT IKI terhadap sampah plastik tetap berjalan bersama dengan gerakan recycle sampah masker," ujarnya pada kegiatan yang bertepatan dengan peringatan HUT IKI ke-44 tahun ini.
"Gerakan ini tidak sampai disini, kami sengaja publis dan mengajak khususnya BUMN untuk ikut melakukan hal yang sama. Ini (gerakan) baru di di Sulsel dan kit harapkan menjadi kegiatan nasional," lanjut Diana.
Sementara terkait proses daur ulang, kata dia, setelah tiba di Bandung, Jawa Barat, Golimbah selanjutnya akan mendaur ulang menjadi biji plastik dan akan dikembangkan kembali untuk menjadi hal yang lebih berguna.
"Luar biasa bagaimana Golimbah, selama tiga bulan berfikir diolah menjadi apa. Awalnya sempat ingin dijadikan bahan bakar, namun batal dan kemudian menjadi biji plastik. Ini juga terus dikembangkan untuk jadi apa lagi," ujarnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zhu Xinglong : Kunjungan Presiden Jokowi ke China pelopori kerja sama Selatan-Selatan
25 July 2022 18:33 WIB, 2022
Wapres Ma'ruf Amin dukung Pemerintah Saudi Arabia pelopori gerakan Islam moderat
25 March 2022 19:12 WIB, 2022
Indonesia ikut pelopori ekonomi kelautan berkelanjutan dunia saat pandemi COVID-19
10 June 2020 9:13 WIB, 2020
Penjabat Wali Kota Makassar dorong Dharma Wanita pelopori berantas nyamuk
04 February 2020 19:55 WIB, 2020
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Tingkatkan tertib administrasi, Kanwil Kemenkum Sulbar perkuat sinergi dengan BHP Makassar
29 January 2026 18:00 WIB