Pria tewas ditanduk di festival banteng di Spanyol
Minggu, 31 Oktober 2021 20:25 WIB
Arsip - Para peserta berlari cepat di samping banteng petarung Pedraza de Yeltes dekat pintu masuk arena adu banteng pada hari keempat lari bersama banteng dalam festival San Fermin di Pamplona, Spanyol utara, Minggu (10/7/2016). ANTARA/REUTERS/Eloy Alonso/tm
Madrid (ANTARA) - Seorang pria luka berdarah-darah hingga tewas setelah ditanduk di festival lari banteng di Spanyol timur, kata pihak berwenang.
Peristiwa itu adalah kematian pertama di negara tersebut sejak festival lari banteng dilanjutkan setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan selama musim panas.
Pria berusia 55 tahun itu, yang tidak disebutkan namanya, berulang kali diserang banteng di festival di Onda, kata dewan kota, Sabtu (30/10).
Peserta lain mencoba membujuk hewan itu pergi menjauh dari korban tetapi usaha mereka gagal.
Pria itu kemudian meninggal pada Sabtu di rumah sakit di kota terdekat, Villareal, setelah perdarahan dari luka di paha kirinya membuat arterinya putus, kata layanan darurat. Korban juga mengalami luka di bagian kepala.
Dewan Onda membatalkan sisa acara Sabtu setelah serangan itu.
Perdebatan publik tentang apakah festival lari banteng harus dihapuskan kian memanas dalam beberapa tahun terakhir, dan hanya sejumlah kecil festival dilangsungkan sejak pembatasan COVID-19 Spanyol dicabut.
Hewan-hewan yang dilepaskan untuk berlari biasanya digunakan dalam adu banteng pada hari yang sama.
Sebuah survei 2020 oleh Electomania, sebuah perusahaan penyelenggara jajak pendapat, menemukan 46,7 persen orang Spanyol mendukung pelarangan adu banteng.
Sementara itu, menurut jajak tersebut, 34,7 persen lainnya tidak mendukung larangan itu dan 18,6 persen menganggap ajang adu banteng harus dipertahankan.
Sumber: Reuters
Peristiwa itu adalah kematian pertama di negara tersebut sejak festival lari banteng dilanjutkan setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan selama musim panas.
Pria berusia 55 tahun itu, yang tidak disebutkan namanya, berulang kali diserang banteng di festival di Onda, kata dewan kota, Sabtu (30/10).
Peserta lain mencoba membujuk hewan itu pergi menjauh dari korban tetapi usaha mereka gagal.
Pria itu kemudian meninggal pada Sabtu di rumah sakit di kota terdekat, Villareal, setelah perdarahan dari luka di paha kirinya membuat arterinya putus, kata layanan darurat. Korban juga mengalami luka di bagian kepala.
Dewan Onda membatalkan sisa acara Sabtu setelah serangan itu.
Perdebatan publik tentang apakah festival lari banteng harus dihapuskan kian memanas dalam beberapa tahun terakhir, dan hanya sejumlah kecil festival dilangsungkan sejak pembatasan COVID-19 Spanyol dicabut.
Hewan-hewan yang dilepaskan untuk berlari biasanya digunakan dalam adu banteng pada hari yang sama.
Sebuah survei 2020 oleh Electomania, sebuah perusahaan penyelenggara jajak pendapat, menemukan 46,7 persen orang Spanyol mendukung pelarangan adu banteng.
Sementara itu, menurut jajak tersebut, 34,7 persen lainnya tidak mendukung larangan itu dan 18,6 persen menganggap ajang adu banteng harus dipertahankan.
Sumber: Reuters
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Liga Europa, Nottingham Forest ke perempat final usai tekuk Midtjylland lewat adu penalti
20 March 2026 6:18 WIB
Singkirkan Lyon lewat adu penalti, Lens hadapi Toulouse di semifinal Piala Prancis
06 March 2026 7:31 WIB
Singkirkan Nigeria lewat adu penalti, Maroko tantang Senegal di final Piala Afrika 2025
15 January 2026 7:02 WIB
Maroko ke final Piala Dunia U-20 seusai kalahkan Prancis lewat adu pemalti
16 October 2025 10:37 WIB
Paris Saint Germain juara baru Piala Super Eropa usai menang adu penalti vs Tottenham
14 August 2025 5:36 WIB
Timnas Vietnam siapkan skema adu penalti vs Indonesia di final ASEAN U-23 2025
28 July 2025 20:16 WIB
Vanenburg ingin Indonesia selesaikan semifinal tanpa adu penalti kontra Thailand
24 July 2025 17:26 WIB