Dua orang diduga tewas keracunan gas dalam sumur
Kamis, 4 November 2021 11:02 WIB
Petugaa gabungan SAR mengevakuasi dua orang yang tewas akibat gas beracun saat menguras sumur di Jepara, Rabu (3/11/2021) malam. (ANTARA/ HO-Kantor SAR Semarang)
Semarang (ANTARA) - Tim gabungan pencarian dan pertolongan mengevakuasi dua pekerja yang diduga tewas akibat menghirup gas beracun saat membersihkan sebuah sumur di Desa Bucu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Heru Suhartanto dalam siaran pers di Semarang, Kamis, mengatakan kedua korban meninggal dunia itu masing-masing Marju (68), warga Desa Bucu dan Pujiono (41), warga Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Menurut dia, peristiwa naas tersebut bermula ketika pada Rabu (3/11) pagi, kedua korban turun ke dalam sumur berkedalaman 20 meter untuk menguras air yang ada di dalamnya.
Keduanya, kata dia, masih sempat keluar pada siang hari untuk beristirahat, sebelum akhirnya kembali turun untuk bekerja.
Namun, lanjut dia, keberadaan keduanya tidak diketahui hingga sore hari.
"Sampai akhirnya ada saksi yang melihat sandal dan sepeda motor korban masih ada di sekitar sumur. Ketika dicek, kedua korban masih ada di dalam sumur," katanya.
Petugas gabungan pencarian dan pertolongan yang memperoleh laporan kejadian itu kemudian menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi kedua korban.
Petugas, kata dia, harus menggunakan alat bantu pernafasan saat turun ke dalam sumur dengan diameter 1 meter tersebut.
Proses evakuasi kedua korban, lanjut dia, akhirnya dapat dituntaskan pada Rabu malam.
Dugaan sementara, menurut dia, kedua korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun saat berada di dalam sumur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang Heru Suhartanto dalam siaran pers di Semarang, Kamis, mengatakan kedua korban meninggal dunia itu masing-masing Marju (68), warga Desa Bucu dan Pujiono (41), warga Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Menurut dia, peristiwa naas tersebut bermula ketika pada Rabu (3/11) pagi, kedua korban turun ke dalam sumur berkedalaman 20 meter untuk menguras air yang ada di dalamnya.
Keduanya, kata dia, masih sempat keluar pada siang hari untuk beristirahat, sebelum akhirnya kembali turun untuk bekerja.
Namun, lanjut dia, keberadaan keduanya tidak diketahui hingga sore hari.
"Sampai akhirnya ada saksi yang melihat sandal dan sepeda motor korban masih ada di sekitar sumur. Ketika dicek, kedua korban masih ada di dalam sumur," katanya.
Petugas gabungan pencarian dan pertolongan yang memperoleh laporan kejadian itu kemudian menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi kedua korban.
Petugas, kata dia, harus menggunakan alat bantu pernafasan saat turun ke dalam sumur dengan diameter 1 meter tersebut.
Proses evakuasi kedua korban, lanjut dia, akhirnya dapat dituntaskan pada Rabu malam.
Dugaan sementara, menurut dia, kedua korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun saat berada di dalam sumur.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres: Kasus penembakan terhadap guru madrasah di Jepara masih diproses
06 December 2024 22:26 WIB, 2024
Liga 2 Indonesia - Misi Persipura dan Persijap duduki puncak klasemen
27 September 2022 12:27 WIB, 2022
Liga 2 Indonesia - Persijap gusur Bekasi City dari puncak klasemen Grup Tengah
24 September 2022 5:56 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB