Mahasiswa Unhas Telusuri Jejak Pelayaran ke Australia
Selasa, 11 Oktober 2011 15:29 WIB
Makassar (ANTARA News) - Enam mahasiswa pencinta alam Universitas Hasanuddin mulai menjalankan misi pelayaran ke Darwin, Australia, guna menelusuri jejak pelayaran para pelaut Sulawesi zaman dahulu.
Para anggota Korps Pencinta Alama (Korpala) Unhas yang berlayar menggunakan kapal tradisional Mandar jenis sandeq tersebut, dilepas Rektor Unhas Idrus Paturusi di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, Selasa.
Keenam mahasiswa peserta ekspedisi yang diberi nama "Eksepedisi Pelayaran Akademis II" ini yakni Abdul Djalal (mahasiswa Fakultas Teknik), Guswar Gunawan (Fisipol), Fadli Isra (Peternakan), Lumay (Ekonomi), Ahmad (Hukum) dan Rusmin Nuryadi (Teknik).
Mereka menargetkan dapat menyelesaikan pelayaran dalam waktu 40 hari termasuk menyinggahi beberapa tempat sebelum tiba di Darwin. Rute yang akan dilalui mulai dari Makassar, menuju pelabuhan Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba (Sulsel), pelabuhan Benteng Kabupaten Selayar (Sulsel), pelabuhan Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT), pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT, kota Kupang NTT lalu menuju Darwin.
"Ini bukan pelayaran biasa. Tahun depan kami menggelar seminar internasional tentang napak tilas peneliti Alfred Wallace ketika memformulasikan teori evolusi bersama Charles Darwin. Para mahasiswa ini akan mengambil data napak tilas Wallace di setiap wilayah yang disinggahinya," ujarnya.
Ketua Korpala Unhas Baso Hamdani menambahkan, pelayaran ini merupakan kali kedua. Sebelumnya Korpala pernah melakukan ekspedisi ke Malaysia dengan menelusuri jalur pelayaran Pulau Kalimantan dan Jawa pada tahun 1996.
Dia menjelaskan, sebelum pelayaran ke Darwin ini terlaksana, anggota ekspedisi telah melakukan latihan selama satu tahun di wilayah perairan Kepulauan Spermonde dan Selayar di Sulawesi Selatan serta perairan Majene di Sulawesi Barat.
Kapal Sandeq bermesin 15 PK yang memuat anggota ekspedisi ini berukuran 10 kali 1 meter. Didalamnya telah dilengkpi dengan alat navigasi seperti GPS dan Kompas, telepon satelit serta radio Marine-Band.
"Tim ekspedisi laut ini akan diikuti oleh tim darat yang akan menyiapkan segala kebutuhan. Insya Allah paling lambat awal Desember, kami sudah kembali ke Makassar," ujarnya. (T.KR-AAT/S016)
Para anggota Korps Pencinta Alama (Korpala) Unhas yang berlayar menggunakan kapal tradisional Mandar jenis sandeq tersebut, dilepas Rektor Unhas Idrus Paturusi di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, Selasa.
Keenam mahasiswa peserta ekspedisi yang diberi nama "Eksepedisi Pelayaran Akademis II" ini yakni Abdul Djalal (mahasiswa Fakultas Teknik), Guswar Gunawan (Fisipol), Fadli Isra (Peternakan), Lumay (Ekonomi), Ahmad (Hukum) dan Rusmin Nuryadi (Teknik).
Mereka menargetkan dapat menyelesaikan pelayaran dalam waktu 40 hari termasuk menyinggahi beberapa tempat sebelum tiba di Darwin. Rute yang akan dilalui mulai dari Makassar, menuju pelabuhan Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba (Sulsel), pelabuhan Benteng Kabupaten Selayar (Sulsel), pelabuhan Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT), pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT, kota Kupang NTT lalu menuju Darwin.
"Ini bukan pelayaran biasa. Tahun depan kami menggelar seminar internasional tentang napak tilas peneliti Alfred Wallace ketika memformulasikan teori evolusi bersama Charles Darwin. Para mahasiswa ini akan mengambil data napak tilas Wallace di setiap wilayah yang disinggahinya," ujarnya.
Ketua Korpala Unhas Baso Hamdani menambahkan, pelayaran ini merupakan kali kedua. Sebelumnya Korpala pernah melakukan ekspedisi ke Malaysia dengan menelusuri jalur pelayaran Pulau Kalimantan dan Jawa pada tahun 1996.
Dia menjelaskan, sebelum pelayaran ke Darwin ini terlaksana, anggota ekspedisi telah melakukan latihan selama satu tahun di wilayah perairan Kepulauan Spermonde dan Selayar di Sulawesi Selatan serta perairan Majene di Sulawesi Barat.
Kapal Sandeq bermesin 15 PK yang memuat anggota ekspedisi ini berukuran 10 kali 1 meter. Didalamnya telah dilengkpi dengan alat navigasi seperti GPS dan Kompas, telepon satelit serta radio Marine-Band.
"Tim ekspedisi laut ini akan diikuti oleh tim darat yang akan menyiapkan segala kebutuhan. Insya Allah paling lambat awal Desember, kami sudah kembali ke Makassar," ujarnya. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Tim SAR Unhas terlibat pencarian pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Pangkep
19 January 2026 17:37 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
21 jam lalu
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB