Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengingatkan para siswa dan masyarakat agar tidak tergiur janji oknum yang mengaku bisa mengurus kelulusan dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas Syamsu Rijal dalam keterangan di Makassar, Selasa, memberikan penekanan khusus pada aspek integritas seleksi yang adil dan jujur sesuai komitmen kampus.
"Kami meminta siswa untuk tidak percaya pada metode kecurangan yang mengiming-imingi kelulusan melalui jalur tidak resmi," ujarnya saat kegiatan Sosialisasi dan Promosi SNPMB 2026 di Aula SMAN 1 Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kelulusan memasuki perguruan tinggi negeri (PTN), khususnya Unhas, katanya, hanya ditentukan oleh kemampuan dan prestasi siswa sendiri, melalui sistem yang transparan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farma Unhas Muhammad Aswad pada sosialisasi ini lebih menekankan aspek teknis dengan membedah strategi memperbesar peluang kelulusan.
Dia menjelaskan bahwa memilih jurusan bukan sekadar mengikuti minat, melainkan harus dibarengi dengan pemahaman terhadap variabel penilaian.
"Siswa harus cerdas mengenal poin penilaian yang ada. Memahami bagaimana nilai anda dikompetisikan di prodi pilihan akan sangat membantu dalam menentukan posisi yang tepat agar peluang lulus lebih maksimal," katanya.
Karina Aulia, siswi SMAN 1 Sidrap, mengajukan pertanyaan krusial mengenai variabel penilaian pada program studi spesifik yang ingin dituju.
Menanggapi hal tersebut, Syamsu Rijal menjelaskan adanya kebijakan bobot mata pelajaran pendukung.
"Masing-masing prodi memiliki bobot nilai tambah pada mata pelajaran tertentu yang relevan. Kesesuaian antara mata pelajaran di sekolah dengan prodi yang dipilih menjadi kunci penilaian tambahan," ujarnya.

