Makassar, Sulsel (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) membentuk tim reaksi cepat (TRC) untuk menghadapi situasi darurat di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.
Sebanyak 100 personel dari berbagai unit di bawah PLN UID Sulselrabar yang tergabung dalam TRC itu mengikuti pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare, Sulsel.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar Ambo Tuwo, melalui keterangannya di Makassar, Rabu, menegaskan pentingnya peran TRC sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, dan sebagai tim khusus untuk penanganan kondisi darurat.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal kesiapsiagaan agar ketika terjadi bencana, teman-teman TRC dapat memberikan bantuan serta menerapkan keahlian yang diperoleh selama pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan kompetensi," jelasnya.
Dalam pelatihan ini, konsep manajemen 5M juga menjadi salah satu perhatian utama, adalah elemen Man (manusia). "Semua bisa bergerak apabila ada manusianya. Pilar paling utama adalah manusia. Karena itu, teman-teman TRC dibekali oleh BPBD untuk memastikan kesiapan mereka," ujar Ambo.
Menurut Ambo, pihaknya perlu bersinergi dan berkolaborasi dengan Orari, BPBD, Basarnas, dan Tagana sebagai rujukan utama dalam penanggulangan bencana.
Pelatihan kesiapsiagaan itu terlaksana atas kerja sama dengan Orari Parepare, BPBD Kota Parepare, Basarnas Kota Parepare, dan Tagana Parepare.
Ketua Orari Kota Parepare sekaligus Ketua Panitia Pelatihan Bobot Hery menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan anggota TRC dalam menghadapi situasi darurat.
Salah satu fungsi utama pembentukan TRC, kata dia, adalah untuk memberikan respons cepat terhadap bencana guna melindungi pegawai, masyarakat, dan aset perusahaan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare Abdul Waris Muhiddin menyampaikan penghargaan atas inisiatif dan komitmen untuk membekali peserta dengan manajemen bencana.
"Kami berharap kepada semua peserta yang ikut pelatihan dapat menyerap dan mempraktikkannya kelak pada saat dibutuhkan," ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini menunjukkan komitmen PLN UID Sulselrabar dalam meningkatkan kesiapan dan kompetensi TRC sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap pegawai, masyarakat, dan lingkungan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan TRC dapat memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana.
Selain berfokus kepada pelatihan tanggap bencana, Yayasan Baitul Maal PLN juga menggelar bakti sosial untuk berkontribusi memberikan bantuan sebanyak 100 paket sembako dan bantuan lima beasiswa kepada masyarakat di Desa Tegal, Kota Parepare.

